Dalam kegiatan sosialisasi ini, Iriana didampingi Wury Ma'ruf Amin dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM).
Sosialisasi tentang moderasi sejak dini di madrasah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak-anak.
Program ini difokuskan pada pengembangan sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan pemahaman yang mendalam tentang Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).
Beberapa langkah yang dilakukan dalam sosialisasi moderasi di madrasah:
Pengintegrasian Kurikulum dengan menggabungkan konsep moderasi beragama ke dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam, Pancasila, dan Kewarganegaraan.
Pengembangan Karakter melalui kegiatan keagamaan, siswa diajak untuk mempraktikkan sikap toleran, menghargai perbedaan pendapat, dan menghormati keragaman.
Dialog Lintas Agama berupa dialog atau kunjungan ke tempat ibadah agama lain untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman tentang toleransi beragama.
Pelatihan Guru yang dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang moderasi sehingga bisa menjadi teladan bagi siswa.
Kegiatan Ekstrakurikuler seperti bakti sosial, seminar tentang keberagaman, dan lomba antar-madrasah bisa menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan moderasi sejak dini.
Pendekatan Orang Tua dalam sosialisasi agar pemahaman tentang moderasi juga diterapkan di lingkungan keluarga.
Tujuan utamanya adalah membentuk siswa yang berpikir moderat, terbuka, dan siap hidup berdampingan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda.
https://ikn.kompas.com/read/2024/09/11/070000087/rabu-ini-iriana-jokowi-sosialisasikan-moderasi-beragama-sejak-dini-di-balikpapan