Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pangdam VI/Mulawarman Rudy Rachmat Prioritaskan 3 Tantangan Keamanan

Tiga tantangan utama tersebut adalah pertama, luasnya wilayah Kodam VI Mulawarman yang mencakup tiga provinsi yakni Kalimantan Timur yang merupakan provinsi induk dari Kodam VI/ Mulawarman, yang mencakup tiga kota besar Balikpapan, Bontang, dan Samarinda.

Kemudian Kalimantan Selatan yang merupakan provinsi dengan ibu kota Banjarmasin dan dikenal kaya budaya, serta Kalimantan Utara sebagai provinsi yang baru dibentuk, dan juga berada di bawah kendali Kodam VI/Mulawarman.

Luasnya wilayah ini menimbulkan konsekuensi masalah perbatasan sepanjang 1.038 kilometer yang menjadi salah satu prioritas utama karena menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara di sisi lain, hanya terdapat 31 pos pos perbatasan, dan 7.500 patok dengan sekitar 540 titik di antaranya rusak atau hilang.

Tantangan kedua yang juga menjadi prioritas utama adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berkembang dan akan berproses ke depannya

Kemudian tantangan ketiga adalah penanganan persoalan-persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang merupakan persoalan rutin dan selalu terjadi pada musim-musim tertentu.

Untuk mengatasi tiga tantangan tersebut, Pangdam memastikan akan terus memelihara dan meningkatkan kinerja Kodam VI/Mulawarman yang sudah bagus.

"Karena siapa pun pemimpin di Kodam VI/Mulawarman tentunya akan melaksanakan amanah ataupun tugas yang sudah digariskan dari pimpinan mulai dari Mabes TNI Angkatan Darat (AD) atau pun Mabes TNI, kami hanya melaksanakan saja," tutur Rachmat, usai upacara penyerahan dan penerimaan pasukan Kodam VI/Mulawarman, Kamis (2/1/2025).

Menurut Rudy Rachmat, semua visi-misi sudah jelas dan Kodam VI/Mulawarman hanya mengeksekusi saja.

Dia pun merasa beruntung menggantikan Letjen TNI Tri Budi Utomo yang telah menyerahkan seluruh dokumen terkait kemajuan Kodam VI/Mulawarman selama 2,5 tahun terakhir.

Untuk diketahui, serah terima jabatan Pangdam VI Mulawarman telah dilaksanakan di Jakarta pada Senin (30/12/2024) yang diikuti penyerahan dan penerimaan pasukan, staf, dan risalah dokumen, serta alutsista.

Serah terima jabatan ini juga menandai dimulainya tugas baru bagi Letjen TNI Tri Budi Utomo sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan RI) yang sebelumnya menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman.

Latar belakang

Rudy Rachmat Nugraha lahir pada 29 Januari 1969, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 yang berasal dari korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

Rekam jejak dan karier militernya cukup panjang di berbagai satuan dan staf. Sebelum menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman, Rudy Rachmat pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI.

Dengan latar belakang sebagai perwira arhanud, dan juga di bidang intelijen, menjadikan Rudy Rachmat kaya pengalaman dalam memimpin satuan dan staf, baik di tingkat strategis maupun taktis. 

Berikut jabatan yang pernah diemban Rudy Rachmat:

  • Kasiops Satgas Kongo XXVI-A (2009):
  • Direktur E Bais TNI (2018)
  • Asintel Panglima TNI (2024)
  • Pangdam VI/Mulawarman (2024-sekarang)

https://ikn.kompas.com/read/2025/01/02/135013087/pangdam-vi-mulawarman-rudy-rachmat-prioritaskan-3-tantangan-keamanan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com