Pembangunan IKN yang masih terus berjalan dan mengalami eskalasi menarik minat para calon pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.
Namun, tidak semua calon pekerja itu memiliki keahlian. Banyak di antaranya yang hanya mengandalkan iming-iming dan tawaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan mencatat jumlah calon pekerja telantar dengan motif ingin bekerja di IKN mencapai 28 orang sepanjang 2024.
"Mereka bersal dari Pulau Jawa, sebagian besar Jawa Timur. Selain itu ada juga dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka sudah kami pulangkan seluruhnya," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, di Balikpapan, Senin (20/1/2025).
Adapun jumlah total keseluruhan calon pekerja telantar di Balikpapan mencapai lebih dari 100 orang, dan sudah dipulangkan ke daerah masing-masing.
Jumlah tersebut diketahui terdiri dari berbagai kasus. Selain iming-iming IKN dari para oknum tak bertanggung jawab, para calon pekerja juga merupakan korban penipuan iming-iming perekrutan dan eksploitasi perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Menurut Edi, mereka dipulangkan dengan menggunakan dana penanganan pekerja telantar dari berbagai lembaga sosial, perusahaan, dan Pemkot Balikpapan.
“Selain dana dari Dinsos, ada bantuan dari masyarakat, CSR, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan paguyuban atau perkumpulan warga daerah asal calon pekerja tersebut. Seperti paguyuban masyarakat Jawa Timur. Mereka turut membantu memulangkan orang-orang ini ke daerah asalnya,” ujarnya.
Saat ini, Dinsos Balikpapan juga tengah mempersiapkan fasilitas penampungan atau rumah singgah yang sudah bisa mulai beroperasi untuk menampung calon pekerja telantar.
“Kalau ada kasus mendesak, fasilitas ini sudah bisa digunakan sekarang. Kapasitasnya sekitar 20 orang, meski tempat tidur masih perlu dilengkapi,” tuntas Edy.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/20/165142587/dampak-sosial-ikn-28-calon-pekerja-telantar-dipulangkan