Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Kavaleri Kristiyanto mengungkapkan hal itu saat peringatan HUT ke-74 Pendam VI Mulawarman, di Balikpapan, Selasa (21/1/2025).
"Pembentukan satuan baru ini merupakan salah satu rencana strategis yang ditargetkan dapat terealisasi tahun 2025 ini," ujar Kristiyanto.
Batalyon TP khusus di IKN ini dibentuk sebanyak 23 satuan. Terdiri dari 3 satuan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), 18 satuan di Kawasan IKN (KIKN), dan 2 satuan di wilayah penyangga IKN.
Semua satuan ini berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Selain di IKN, TNI AD juga akan membentuk Batalyon TP di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, akan dibentuk juga 5 Batalyon Satuan Bantuan Tempur Batalyon. Mencakup 2 Batalyon Zeni Tempur (Zipur) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 1 Zipur di IKB, 1 Batalyon Arhanud IKN, dan 1 Batalyon Kesehatan di Balikpapan.
Menurut Kristiyanto, personel yang akan mengisi satuan-satuan Batalyon TP saat ini masih dalam perencanaan, dan belum ditentukan jumlahnya.
"Beberapa alternatif masih belum diputuskan apakah akan diisi oleh personel baru atau personel organik dari satuan yang sudah ada," imbuh Kristiyanto.
Cetak Sawah Baru
Sementara untuk menjalankan peran dan posisi strategisnya dalam mendukung program unggulan swasembada pangan tahun 2025, Kodam VI Mulawarman bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI.
Swasembada pangan yang merupakan kelanjutan dari program ketahanan pangan pada tahun 2024, meliputi kegiatan cetak sawah, optimasi lahan (oplah), dan luas tambah tanam (LTT).
Kristiyanto menjelaskan, program cetak sawah merupakan kegiatan mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan yang bisa ditanami padi.
Tahun 2025, Kodam VI Mulawarman mendapatkan target seluas 150.000 hektar per tahun. Dari total luas itu, yang sudah disepakati target Semester I-2025 seluas 75.000 hektar.
Program cetak sawah di Kodam VI Mulawarman hanya dilakukan di wilayah Komando Resor Militer (Korem) Korem 101/Antasari (ANT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Meliputi wilayah Kabupaten Banjarmasin, Kabupaten batola, Kabupaten Hulu Sungai tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten tanah Laut, dan Kabupaten Tapin.
Program cetak sawah ini dikerjakan oleh orang yang ditunjuk langsung Kementerian Pertanian RI. Sementara anggota Korem 101/ANT hanya bersifat pendampingan.
"Jadi, mulai pemberian bibit, pupuk, dan pembelian hasil panen dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI," imbuh Kristiyanto.
Adapun lahan yang menjadi sasaran cetak sawah ini merupakan lahan yang tidak produktif yang dimiliki oleh masyarakat. Kemudian diolah menjadi lahan yang bisa ditanami padi.
Lahan tersebut bisa juga berupa lahan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU), namun bukan merupakan lahan kawasan hutan lindung.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/21/113938987/tni-ad-akan-bentuk-batalyon-teritorial-pembangunan-ikn