Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

128 Tahun Kota Balikpapan Dirayakan dengan Syukuran dan Harapan

Posisi dan peran strategisnya sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan harus siap untuk tinggal landas menjadi kota yang modern, adaptif, inklusif, aman, dan nyaman untuk semua.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud memastikan, perjuangan para pendiri kota akan terus dilanjutkan dengan semangat dan harapan sehingga Balikpapan menjadi kota yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Prestasi para pendahulu dan pendiri kota akan dilanjutkan, seiring baru-baru ini Balikpapan meraih tujuh penghargaan," ungkap Rahmad, di Balikpapan, Senin (10/2/2025).

Dia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan pemerintah kota untuk terus bekerja keras dan tidak merasa puas dengan prestasi yang telah diraih.

"Nah, mudah-mudahan momentum HUT kota ini juga menjadikan motivasi kepada semua ASN di lingkungan pemerintah Kota Balikpapan, terus giat dan jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang kita raih," lanjutnya.

Pencipta Hymne Balikpapan

HUT Kota Balikpapan tahun ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Raden Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah atau populer dikenal sebagai Sam Bimbo.

Sam tak asing lagi dalam sejarah Kota Balikpapan. Pasalnya, seniman musik asal Bandung ini merupakan pencipta hymne Balikpapan.

Tak hanya hadir, Sam juga ikut menyanyikan hymne Balikpapan dengan suara khasnya yang merdu dan santun membelai telinga para hadirin.

Dia mengungkapkan rasa syukurnya masih diberikan umur panjang dan menyaksikan perjalanan panjang Kota Balikpapan.

"Ya Alhamdulillah saya masih hidup. Soalnya karena rekan-rekan seumur saya udah banyak meninggal. Hari ini usia saya sudah 83 tahun. Mudah-mudahan ketika usia Balikpapan 130 tahun, saya bisa kembali hadir. Insya Allah," ucap Sam.

Ia juga menyampaikan harapannya agar generasi penerus dapat terus memajukan kota Balikpapan dan menciptakan karya-karya yang lebih baik lagi.

Menurut Sam, Balikpapan memiliki segala potensi yang disyaratkan sebuah kota untuk menjadi maju, yakni hutan, pantai (laut), dan bukit.

"Bahkan, potensi Balikpapan lebih unggul dibanding Jakarta dan Bandung. Ini luar biasa," imbuh Sam.

Jakarta dan Bandung punya masalah pertumbuhan populasi dan kemacetan. Balikpapan bisa belajar dari keduanya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

"Karena penduduk Balikpapan masih di bawah 1 juta jiwa. Jadi, masih bisa belajar dan memperbaiki diri," tuntas Sam.

Selain Hymne Balikpapan, Sam juga menciptakan lagu IKN yang dihasilkan hanya dalam waktu 10 hari.

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/10/121559887/128-tahun-kota-balikpapan-dirayakan-dengan-syukuran-dan-harapan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com