Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Program MBG di Balikpapan Dimulai, 3.300 Siswa Jadi Penerima Manfaat

Bertempat di SDN 015 Balikpapan, program ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak sekolah di kota ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufiq, menyatakan Pemerintah Kota Balikpapan memberikan dukungan penuh terhadap program MBG ini.

Menurut Irfan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan adalah penerima manfaat dari kegiatan ini. Seluruh kegiatan MBG diarahkan dan ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Mulai dari anggarannya, menunjuk penyedia makanannya, dan lain-lain. Jadi, kami kapan pun diminta untuk menyiapkan anak sekolah siap selalu, ready selalu 100 persen," ujar Irfan kepada Kompas.com.

Dia menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan pun telah melakukan koordinasi intensif dengan BGN dan perusahaan penyedia makanan yang ditunjuk untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar.

Hasilnya, sebuah perusahaan katering yang berlokasi di Balikpapan Regency dinilai memenuhi standar kualitas dan siap untuk menyediakan makanan bergizi bagi sekitar 3.300 siswa.

Pada tahap awal ini, program MBG menyasar tujuh sekolah di Balikpapan, yaitu SDN 010, SDN 015, SDN 016, SMPN 26, SMPN 18, serta TK dan SD Nurul Ilmi.

Jaminan Kesehatan dan Gizi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati, memberikan jaminan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG telah memenuhi standar kesehatan dan gizi.

"Dari segi kesehatan, sumber daya manusia (SDM), kualitas dan penyajian makanan dari perusahaan katering yang ditunjuk telah memenuhi persyaratan," tegasnya.

Pihaknya juga telah melakukan simulasi berulang kali untuk memastikan program ini berjalan tanpa hambatan dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap program MBG ini dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh siswa di Balikpapan, mulai dari tingkat TK hingga SMA.

"Harapan kita sebetulnya adalah ini terus berjalan, karena kami hanya penerima manfaat itu. Kalau misalnya BGN berhenti melakukan kegiatan ini berarti kan kita tidak bisa apa-apa," tutur Irfan.

Terkait dengan anggaran daerah untuk mendukung program MBG ini, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, memastikan masih menggunakan APBN.

Jika pun ke depan diminta kontribusinya, Pemerintah Kota Balikpapan siap dan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar.

Anggaran ini berasal dari efisiensi biaya operasional sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang tentang efisiensi belanja negara dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Namun demikian, Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu surat edaran resmi dari Menteri Dalam Negeri.

"Tapi pastilah yakin bahwa nanti daerah juga punya kontribusi. Cuma besarnya berapa kami masih belum tahu karena harus menunggu surat edaran dulu dari Menteri Dalam Negeri," kata Agus.

Hal senada dikatakan Sekda Kota Balikpapan Muhaimin, bahwa jika ada perintah dari Menteri Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah untuk berkontribusi, Balikpapan telah siap.

"Yang pasti Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyukseskan program MBG. Ini kan perjalanannya masih panjang. Baru 7 sekolah di Balikpapan Selatan. Kita tunggu arahan pusat," tegas Muhaimin.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BGN dan semua pihak terkait untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di Balikpapan.

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/17/170858387/program-mbg-di-balikpapan-dimulai-3300-siswa-jadi-penerima-manfaat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com