Sebanyak 3.000 pekerja konstruksi kini terlibat langsung dalam Tahap II pembangunan IKN.
Selain dari Kalimantan Timur dan sekitarnya, para pekerja ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan lain-lain.
Keberadaan ribuan pekerja ini menjadi kunci utama bagi pemerintah dalam mencapai target penyelesaian infrastruktur vital di calon ibu kota baru, hingga tidak menjadi tuan rumah perayaan Nasional Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Keputusan untuk tidak menjadikan IKN sebagai tuan rumah utama HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 mendatang telah dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.
Alasan utamanya adalah fokus penuh pemerintah pada penyelesaian pembangunan infrastruktur IKN.
Presiden Prabowo Subianto akan memimpin upacara utama di Jakarta, menandai perbedaan dari tahun sebelumnya ketika Presiden Joko Widodo memimpin upacara HUT ke-79 RI di IKN.
Fokus Infrastruktur dan Efisiensi Anggaran
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah pusat ini selaras dengan tahapan pembangunan yang sedang berjalan di IKN.
"Memang seiring apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa pada saat ini Ibu Kota Nusantara sedang menyelesaikan tahap kedua pembangunan," ujar Troy kepada Kompas.com, Kamis (17/7/2025).
Proyek-proyek yang masuk dalam Tahap II pembangunan ini sangat krusial, meliputi:
Menurut Troy, dengan fokus intensif yang diperlukan untuk menyelesaikan Tahap II, Otorita IKN harus memastikan semua proses berjalan lancar dan terselesaikan sesuai target.
Keputusan ini juga sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Hal ini memang seiring juga dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran," tambah Troy.
Dengan demikian, fokus peringatan HUT RI tahun ini diselenggarakan di Jakarta agar dapat terkoordinasi dengan mudah, efektif, dan efisien.
Semangat Perayaan Lokal
Meskipun IKN tidak menjadi host nasional, Otorita IKN tetap membuka kemungkinan untuk penyelenggaraan upacara HUT RI dalam skala lokal.
Troy menyebutkan bahwa Otorita IKN akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara (Setneg) mengenai hal ini.
Pertimbangan untuk menggelar upacara HUT delapan dekade Kemerdekaan RI di IKN didasarkan pada keberadaan personel yang telah ada di lokasi.
Saat ini, sudah ada sekitar 1.200 pegawai ASN dari Otorita IKN dan Kementerian Kesehatan yang telah berkantor dan bekerja di IKN.
Angka 3.000 pekerja konstruksi yang aktif di berbagai proyek pembangunan menjadi penentu penting.
Kehadiran ribuan individu ini, baik ASN maupun pekerja konstruksi, menunjukkan bahwa meskipun pembangunan belum sepenuhnya rampung, semangat kemerdekaan dan aktivitas di IKN tetap hidup dan berdenyut.
Mereka adalah tulang punggung yang memastikan visi IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia dapat terwujud sesuai rencana.
https://ikn.kompas.com/read/2025/07/19/223021487/demi-percepatan-tahap-ii-ikn-3000-pekerja-dilibatkan