Bisakah target revolusioner ini dicapai? Otorita IKN telah menyiapkan strategi khusus untuk mewujudkannya.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengungkapkan bahwa sebuah program percontohan awal (pilot project) sedang digodok sebagai langkah konkret menuju target ambisius tersebut.
"Kami rancang program percontohan awal sebagai langkah untuk mencapai target penduduk miskin di IKN," ujar Conrita, seperti diwartakan Antara pada Senin (21/7/2025).
Fokus utama dari program ini adalah pemanfaatan lahan sebagai demplot usaha bagi masyarakat prasejahtera.
Konsep yang diusung adalah integrated farming, sebuah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan berbagai metode pertanian:
Smart Farming dengan memanfaatkan teknologi canggih dalam pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen.
Urban Farming melalui optimalisasi lahan terbatas di area perkotaan untuk kegiatan pertanian.
Agroforestry dengan mengombinasikan praktik pertanian dan kehutanan secara berkelanjutan, menciptakan sistem yang lebih ekologis dan produktif.
Lahan yang akan digunakan disesuaikan dengan potensi daerah. Bagi desa yang memiliki tanah kas desa (TKD), lahan tersebut akan dimanfaatkan.
Sementara itu, untuk kelurahan yang tidak punya TKD, Otorita IKN akan menggunakan lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) miliknya di area penggunaan lain (APL).
Program ini akan menjangkau area delineasi IKN yang cukup luas, sekitar 252.000 hektar, meliputi Kecamatan Sepaku hingga Loa Kulu, Loa Janan, dan enam kecamatan lainnya, termasuk Sanga-Sanga.
Keterampilan Siap Kerja
Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan mendukung kegiatan produktif masyarakat, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Yang menarik, upaya pemberdayaan ini didukung oleh kolaborasi erat lintas direktorat dalam tubuh Otorita IKN.
"Ini merupakan kolaborasi lintas direktorat mulai dari Direktorat Ketahanan Pangan, Direktorat Pertanahan, hingga Direktorat Perencanaan Makro, Mikro dan Sarana Prasarana Sosial," jelas Conrita.
Sinergi ini menunjukkan pendekatan holistik Otorita IKN dalam mengatasi kemiskinan dari berbagai aspek, tidak hanya satu dimensi saja.
Selain itu, Otorita IKN juga tidak berhenti pada aspek produksi, melainkan sangat fokus pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.
Conrita menyadari bahwa pasar kerja di IKN nantinya akan didominasi oleh dunia usaha dan industri.
"Otorita IKN juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan tuntutan dunia kerja saat ini, sehingga masyarakat prasejahtera tidak hanya memperoleh pendampingan, tetapi juga siap masuk ke lapangan kerja secara mandiri dan berdaya saing," tegasnya.
Ini berarti masyarakat tidak hanya diberi "pancing" tetapi juga "diajari cara memancing" yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
IKN Inklusif
Target nol persen penduduk miskin pada tahun 2035 memang merupakan pernyataan ambisius yang memerlukan strategi matang dan implementasi yang kuat.
Dengan fokus pada pemanfaatan lahan melalui integrated farming, kolaborasi lintas sektor yang kuat, dan pengembangan keterampilan yang relevan, Otorita IKN berupaya keras membangun sebuah ekosistem yang inklusif.
Ekosistem ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berdaya, tidak terkecuali masyarakat prasejahtera dan berpenghasilan rendah.
IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru yang megah dan modern, tetapi juga sebagai percontohan kota yang mampu mengatasi salah satu masalah fundamental, yaitu kemiskinan, dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/07/22/080538687/strategi-otorita-wujudkan-ikn-tanpa-orang-miskin-tahun-2035