Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kota Minyak Balikpapan Siap Jadi Beranda IKN, Bebas Kabel 2027

Kesadaran bahwa IKN adalah masa depan Indonesia memaksa Balikpapan untuk berbenah total.

Langkah strategis paling menarik yang sedang dikaji adalah transformasi besar-besaran penataan seluruh jaringan kabel utilitas di bawah tanah.

Inisiatif ini bukan sekadar upaya kosmetik, tetapi sebuah proyek fundamental untuk mengubah Balikpapan menjadi smart city yang efisien, aman, dan indah.

Menghilangkan Wajah Kusut

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menjelaskan bahwa proyek ini adalah tindak lanjut dari visi Wali Kota untuk menyelaraskan infrastruktur dasar Balikpapan dengan modernitas IKN.

"Menjadi penyangga, tentu kita enggak boleh ketinggalan. Kalau di sana (IKN) sudah modern, kita juga harus siap dari segi infrastruktur," katanya, Rabu (8/10/2025).

Saat ini, pemandangan kabel yang semrawut, sering dijuluki "jaring laba-laba", kerap mengganggu estetika kota.

Penataan jaringan di bawah tanah akan secara langsung memperindah wajah kota dan menjadikan Balikpapan lebih baik dan estetik.

Namun, manfaatnya jauh melampaui visual. Yusri menegaskan, penataan ini adalah kunci dalam pengelolaan energi dan layanan publik terintegrasi.

"Penataan kabel bukan hanya soal estetika, tetapi lebih jauh menyangkut efisiensi pemanfaatan jaringan publik seperti listrik, internet, dan PDAM," tambah Yusri.

Dengan semua jalur utilitas tertata rapi di bawah tanah, risiko gangguan dan pemadaman akan diminimalkan, pemeliharaan menjadi lebih mudah, dan keamanan pun meningkat.

Proyek Infrastruktur yang Menghasilkan Cuan (PAD)

Keunggulan terobosan ini adalah adanya dimensi ekonomi yang cerdas proyek penataan kabel bawah tanah juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Balikpapan.

Konsepnya sederhana, ruang utilitas bawah tanah yang telah disiapkan dapat disewakan kepada penyedia jaringan, seperti operator internet dan listrik.

"Jadi selain manfaat fungsional, ada nilai ekonominya juga. Pemerintah kota bisa mendapat pemasukan dari penyewaan jalur utilitas yang dibuat," terang Yusri.

Ini adalah model infrastruktur as-a-service yang cerdas, di mana pemerintah daerah berinvestasi pada tata kota yang lebih baik dan dibayar kembali oleh sektor swasta yang menggunakan jalur tersebut.

Target Realisasi dan Dukungan Teknis

Secara teknis, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan telah menyiapkan jalur utilitas di sejumlah titik pembangunan baru.

Hal ini akan memungkinkan pemindahan kabel dilakukan secara bertahap, meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kajian komprehensif ini kini akan menjadi dasar penyusunan naskah akademik dan Peraturan Daerah (Perda).

Jika semua tahapan berjalan lancar, program ambisius Balikpapan ini ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

https://ikn.kompas.com/read/2025/10/08/154734487/kota-minyak-balikpapan-siap-jadi-beranda-ikn-bebas-kabel-2027

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com