Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengintip Kesiapan Bandara Internasional Nusantara IKN Beroperasi Komersial 2026

Bandar Udara (Bandara) Internasional Nusantara yang beroperasi di bawah status khusus sejak 12 Juni 2025, kini tengah memproses transisi krusial menjadi Bandara Umum (Komersial).

Langkah ini dipastikan akan membuka gerbang udara IKN bagi penerbangan komersial, menjadikannya pengungkit utama mobilitas pemerintahan dan ekonomi nasional.

Plt. Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menegaskan bahwa proses perubahan status dari Bandara VVIP Khusus ke Umum menjadi tahapan utama untuk mewujudkan pelayanan penerbangan komersial yang telah dinanti-nantikan.

"Saat ini, bandara tersebut masih berstatus khusus, melayani charter flight serta pesawat pemerintah dan TNI AU. Namun, fokus besar kini adalah pada transisi menuju status komersial penuh pada 2026," ujar Imam menjawab Kompas.com, Kamis (4/12/2025).

Meskipun saat ini hanya melayani penerbangan kenegaraan, instansi pemerintah, charter, dan private flight, termasuk pendaratan perdana Boeing 737-400 dan Bombardier Challenger CL 604, kesiapan infrastruktur fisiknya sudah mencapai level tertinggi.

Runway Terpanjang di Kalimantan: 3.000 Meter

Salah satu keunggulan terbesar Bandara Internasional Nusantara terletak pada fasilitas sisi udara (airside).

Landasan pacu atau runway-nya memiliki dimensi 3.000 meter x 45 meter. Panjang ini menjadikannya runway terpanjang di Kalimantan.

Kapasitasnya dirancang untuk dapat melayani pesawat wide body terbesar di dunia, termasuk Boeing 777-300 dan Airbus A380.

Selain runway yang superior, bandara ini juga dilengkapi dua taxiway (146m x 30m) dan apron seluas 97.189 meter persegi yang sanggup menampung lima pesawat wide body atau sembilan pesawat narrow body sekaligus.

Menuju Komersial Penuh 2026

Pada sisi darat atau landside, Tahap I pembangunan juga telah rampung, mencakup Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi, dan Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi dengan total kapasitas 1,6 juta penumpang per tahun atau 420 penumpang per jam.

Saat ini, fokus pekerjaan berlanjut pada penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter, yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

Perubahan status menjadi Bandara Umum adalah kunci untuk membuka gerbang ini bagi maskapai dan publik. Hal ini memerlukan penyesuaian regulasi di Kementerian Perhubungan.

Pembangunan fasilitas CIQ ini secara definitif menunjukkan kesiapan bandara untuk melayani rute internasional secara penuh.

Kehadiran Bandara Internasional Nusantara memiliki peran strategis yang melampaui fungsi transportasi biasa.

Imam berharap bandara ini akan menjadi pengungkit utama mobilitas dan perkembangan IKN.

Sebagai gerbang udara IKN, bandara ini akan memfasilitasi pergerakan pejabat tinggi negara dan delegasi internasional secara efisien, menarik investasi dan mempermudah akses bisnis, seiring dengan percepatan pembangunan di kawasan IKN dan sekitarnya.

Dengan kualitas infrastruktur airside yang sudah mumpuni dan proses perubahan status yang berjalan paralel, Bandara Internasional Nusantara tinggal menunggu waktu untuk diresmikan sebagai bandara komersial.

Jika proses regulasi berjalan lancar, IKN akan memiliki fasilitas udara terdepan di Kalimantan, siap mendukung peran Indonesia di kancah global mulai tahun 2026.

https://ikn.kompas.com/read/2025/12/09/141737087/mengintip-kesiapan-bandara-internasional-nusantara-ikn-beroperasi-komersial-2026

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com