Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Canggih, TPST 1 IKN Dilengkapi Teknologi Waste to Energy

Menjelang pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN), Otorita IKN telah meresmikan pengoperasian Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Fasilitas ini merupakan laboratorium inovasi pengelolaan sampah modern berkapasitas hingga 74 ton per hari.

Inovasi WTE, Sulap Limbah Jadi Energi

TPST 1 IKN hadir dengan konsep revolusioner yang menggabungkan proses pemilahan, pengurangan kadar air, hingga pengolahan berbasis teknologi termal.

Teknologi ini memungkinkan sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan sumber energi baru.

Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance (OM) TPST 1, Harun, menjelaskan bahwa fasilitas ini terdiri dari dua komponen utama.

Pertama adalah bangunan pengolahan fisika yang merupakan tahap awal untuk pemilahan dan pengolahan mekanis sampah.

Kedua, bangunan pengolahan termal sebagai jantung dari sistem waste-to-energy yang mampu memproses hingga 2 x 30 ton sampah per hari.

"TPST 1 IKN dirancang untuk menampung sampah dari KIPP dan wilayah sekitarnya. Harapannya, sistem ini dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang ramah lingkungan bagi berbagai kota besar di Indonesia," ujar Harun, Rabu (31/12/2025).

Dampak Sosial dan Perubahan Perilaku Masyarakat

Pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur canggih, tetapi juga pemberdayaan manusia.

Project Officer Direktorat PGKP, Alifriyanto, menegaskan bahwa operasional TPST 1 melibatkan penduduk lokal sebagai tenaga kerja.

Langkah ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung sekaligus memicu perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Sesuai dengan regulasi yang ada, pengelolaan fasilitas ini berada di bawah supervisi Direktorat Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan (PGKP) Otorita IKN, dengan PT Bina Karya sebagai pelaksana teknis operasional.

Sinergi ini memastikan layanan dasar bagi penghuni IKN berjalan andal dan sesuai dengan standar lingkungan tertinggi.

TPST 1 Nusantara kini berdiri sebagai simbol kemandirian energi dan kelestarian alam, membuktikan bahwa sampah di tangan yang tepat dapat menjadi sumber kehidupan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/01/131908487/canggih-tpst-1-ikn-dilengkapi-teknologi-waste-to-energy

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com