Fenomena migrasi penduduk dari Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya ke Balikpapan mendorong pengembang properti untuk kembali bergerak cepat.
Salah satunya adalah PAM Group melalui PT Fajar Sinar Teguh yang resmi memulai pembangunan proyek low-rise apartment bertajuk Sepinggan Terrace, Sabtu (31/1/2026).
Direktur PT Fajar Sinar Teguh, Tjia Daniel Wirawan, mengungkapkan, proyek ini menelan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar.
Langkah ekspansi ini diambil di tengah momentum pemulihan pasar pascapandemi yang kini didorong oleh magnet IKN.
Respons Terhadap Gelombang Migrasi
Menurut Daniel, pasar apartemen di Balikpapan sempat mengalami penurunan signifikan setelah periode Covid-19. Namun, status Balikpapan sebagai gerbang utama IKN mengubah arah pasar.
Munculnya gelombang migrasi profesional dan pekerja dari luar Kalimantan menciptakan celah kebutuhan hunian yang praktis dan memiliki aksesibilitas tinggi.
"Seiring IKN yang terus berjalan, kebutuhan itu tetap ada. Banyak orang dari Jawa atau kota-kota besar mulai bermigrasi ke Balikpapan. Mereka membutuhkan hunian di tengah kota yang memudahkan mobilitas dan efisiensi waktu transportasi dibandingkan perumahan di pinggiran," ujar Daniel menjawab Kompas.com.
Sepinggan Terrace direncanakan terdiri dari 9 menara dengan total 400 unit hunian. Proyek ini juga dilengkapi fasilitas restoran dan club house.
Pada tahap awal, pengembang memfokuskan pembangunan pada dua menara (Tower G dan H) yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Incar Segmen Menengah
Di tengah persaingan properti Balikpapan yang semakin ketat, PAM Group memilih masuk ke segmen menengah dengan kisaran harga Rp 22 juta hingga Rp 25 juta per meter persegi.
Strategi ini diambil untuk mengisi kekosongan antara hunian kelas bawah dan apartemen mewah yang harganya telah melampaui Rp 30 juta per meter persegi.
"Kami mengusung konsep smart living dan smart home dengan tagline Urban Living. Ini adalah respons terhadap gaya hidup perkotaan yang menuntut kepraktisan," tambah Daniel.
Lokasi proyek yang berdekatan dengan akses langsung menuju gerbang Tol IKN di depan Bandara Sepinggan menjadi nilai jual utama.
Konektivitas ini dinilai krusial bagi konsumen yang memiliki aktivitas tinggi baik di pusat kota Balikpapan maupun yang harus bolak-balik menuju kawasan IKN.
Ekspansi ke IKN dan Sektor Logistik
Selain fokus pada residensial di Balikpapan, PAM Group juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk masuk langsung ke kawasan IKN.
Daniel menyebutkan, perusahaan sedang dalam tahap finalisasi desain untuk proyek di Nusantara.
Berbeda dengan proyek di Balikpapan yang berfokus pada hunian vertikal, di IKN pengembang lebih melirik sektor pergudangan dan logistik melalui skema Nusantara Warehouse Project (NWP).
"Untuk IKN, kemungkinan kami akan mulai dengan pergudangan karena itu yang paling masuk akal saat ini. Kami targetkan untuk bisa mulai bergerak tahun ini juga, seiring dengan proses perizinan yang berjalan," jelasnya.
Saat ini, progres di lapangan masih terfokus pada pematangan lahan (land clearing) dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan akses dan konstruksi awal.
Meski tantangan akuisisi lahan di Kalimantan Timur tidak mudah, Daniel optimistis kesiapan lahan yang sudah "clear" menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu di tengah meningkatnya minat pasar.
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/31/140010587/ada-tol-ikn-pam-group-bangun-apartemen-dengan-investasi-rp-300-miliar