Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kondisi Terkini Jalan Bypass Pasar Sepaku, Pengurai Macet Menuju IKN

Kompas.com, 7 Februari 2024, 05:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Bypass Pasar Sepaku, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus digesa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) Kementerian PUPR.

Baca juga: Mengenal Kacang Babi di Jalan Tol IKN

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga, progres perkembangan konstruksi fisik Jalan Bypass Pasar Sepaku telah menembus angka 15 persen.

"Kami usahakan tuntas sebelum 17 Agustus 2024 saat upacara HUT ke-79 RI digelar di IKN. Kontraknya sendri hingga September 2024. Tapi kita akan usahan tuntas sebelum upacara," tutur Danis kepada Kompas.com, Rabu (7/2/2024).

Dari pantauan Kompas.com secara langsung di lapangan, Selasa (6/2/2024), proyek dengan nilai kontrak Rp 135,688 miliar ini tampak sebagian telah mencapai tahap struktur perkerasan. 

Kondisi proyek Jalan Bypass Pasar Sepaku, Rabu (6/2/2024). Sebagian telah decor beton (rigid pavement).KOMPAS.com/Aditya Mahendra Kondisi proyek Jalan Bypass Pasar Sepaku, Rabu (6/2/2024). Sebagian telah decor beton (rigid pavement).
Sementara sebagian lagi masih dalam tahap rabat beton atau lantai kerja untuk pekerjaan rigid pavement.

Baca juga: Simak, Lima Penahapan Pembangunan IKN

Dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jalan Bypass Pasar Sepaku dibangun untuk memperlancar aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Akses ini dirancang sebagai jalur yang langsung menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari jalan utama provinsi akses Sepaku.
KOMPAS.com/Aditya Mahendra Akses ini dirancang sebagai jalur yang langsung menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari jalan utama provinsi akses Sepaku.
Akses ini dirancang sebagai jalur yang langsung menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari jalan utama provinsi akses Sepaku.

Baca juga: Ini Rencana Konektivitas Menuju Kawasan Istana Presiden dan Pusat Pemerintahan IKN

Kehadiran jalan ini sangat mendesak untuk menghindari jalur padat yang biasa terjadi di kawasan Pasar Sepaku PPU.

Jalan Bypass Pasar Sepaku menuju IKN ini didesain sepanjang 1,271 kilometer dan melintasi kawasan Desa Sukaraja sebelum menuju KIPP IKN.
KOMPAS.com/Aditya Mahendra Jalan Bypass Pasar Sepaku menuju IKN ini didesain sepanjang 1,271 kilometer dan melintasi kawasan Desa Sukaraja sebelum menuju KIPP IKN.
Jalan Bypass Pasar Sepaku menuju IKN ini didesain sepanjang 1,271 kilometer dan melintasi kawasan Desa Sukaraja sebelum menuju KIPP IKN.

Baca juga: Mantan Gubernur Kaltim Pasang Badan jika Ada yang Macam-macam dengan IKN

Proyek ini dikerjakan dalam 420 hari kalender dengan anggaran yang bersumber dari APBN berskema tahun jamak atau multi years contract (MYC) 2023-2024.

Proyek ini dikerjakan dalam 420 hari kalender dengan anggaran yang bersumber dari APBN berskema tahun jamak atau multi years contract (MYC) 2023-2024.
KOMPAS.com/Aditya Mahendra Proyek ini dikerjakan dalam 420 hari kalender dengan anggaran yang bersumber dari APBN berskema tahun jamak atau multi years contract (MYC) 2023-2024.
Adapun pembebasan lahannya menelan biaya Rp 25,686 miliar yang telah disalurkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) pada tahun 2023.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau