Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Rp 5 Triliun Pakuwon di IKN, Lolos Kurasi Ridwan Kamil

Kompas.com, 27 Maret 2024, 10:44 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Proyek mixed use development yang dikembangkan PT Pakuwon Jati Tbk, Pakuwon Nusantara, di Ibu Kota Nusantara (IKN), akhirnya lolos kurasi.

Presiden Director PT Pakuwon Jati Tbk Alexander Stefanus Ridwan mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, rabu (27/3/2024).

"Setelah lolos kurasi ini, kami akan segera memulai pembangunan (konstruksi) fisiknya," ujar Stefanus.

Kurasi yang dimaksud adalah proses evaluasi seluruh proses mulai dari perencanaan, desain, pelaksanaan pembangunan, hingga jadwal penyelesaian.

Kurator dari proses evaluasi ini adalah Ridwan Kamil yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 November 2023 lalu.

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Siapkan Dana Rp 39,3 Triliun untuk IKN

Adapun proyek PT Pakuwon Jati Tbk di IKN yang dinamakan Pakuwon Nusantara ini diproyeksikan menelan dana jumbo sebesar Rp 5 triliun.

Melalui anak usaha, PT Pakuwon abadi Nusantara (PNA), raja properti yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, ini akan membangun Pakuwon Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1 A, yakni di Jalan Sumbu Kebangsaan.

Peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek ini telah diresmikan oleh Jokowi pada Rabu (1/11/2023).

"Saya senang ini PT Pakuwon sudah mendahului membangun, saya sangat menghargai, mengapresisai dan kita harapkan ini akan memberikan gelombang yang lain," ucap Jokowi saat itu.

Pakuwon Nusantara yang menempati area seluas 7,2 hektar, dirancang dengan konsep ramah lingkungan.

President Director PNA Eiffel Tedja menuturkan, tahapan pembangunan mencakup hotel Four Points by Sheraton.

Kemudian disusul dengan pembangunan pusat perbelanjaan, Hotel Tribute Portfolio by Marriott, Hotel Westin, dan ballroom.

Presiden Jokowi saat prosesi groundbreaking Pakuwon Nusantara di IKN pada Rabu (01/11/2023).Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden. Presiden Jokowi saat prosesi groundbreaking Pakuwon Nusantara di IKN pada Rabu (01/11/2023).
Sementara Mal Pakuwon Nusantara mengusung desain yang menyatu dengan konsep teras langit dari alam terbuka hijau dengan pemandangan langsung ke lembah dan sungai.

Fasilitas ini sangat mendukung suasana hang-out yang sejuk dan modern dengan alam yang asri.

"Momentum groundbreaking Pakuwon Nusantara menjadi penanda dukungan penuh Pakuwon untuk IKN," cetus Eiffel.

Baca juga: Siapa Dua Investor Malaysia yang Tertarik Bangun Apartemen di IKN?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau