Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selain China, Taksi Terbang IKN Juga Dikerjasamakan dengan Korea

Kompas.com, 10 Maret 2024, 15:48 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Selain dengan China, penggunaan moda transportasi cerdas taksi terbang atau sky taxi di Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dikerjasamakan dengan Korea Selatan.

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Mohammed Ali Berawi mengungkapkan hal itu saat Forum Akademik Nusantara, Jumat (8/3/2024).

"Ini merupakan pengembangan smart transportation. Taksi terbang yang dikerjasamakan dengan China berkapasitas dua penumpang. Kemarin sudah melalui tahapn uji coba di Curug, Tangerang," papar Ali.

Tak hanya itu, Ali melanjutkan, taksi terbang berikutnya yang akan menjalani tahapan uji coba adalah hasil kerja sama dengan raksasa Korea Selatan, Hyundai.

Baca juga: Taksi Terbang IKN Lalui Tahapan Uji Coba di Curug Tangerang

Kapasitas taksi terbang Hyundai yang merupakan bagian dari pengembangan intelligent transportation system ini maksimal lima penumpang.

Tak lupa pula, OIKN mengajak serta para insinyur dan ahli transportasi udara PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Menurut Ali, PTDI sudah mampu menghasilkan pesawat dan helikopter yang telah dipesan sejumlah negara.

"Nah ini, saya tawarkan para direksinya, bahwa IKN lingkupnya mode of transportation," jelas Ali.

Dia optimistis, transportasi cerdas di IKN akan jauh lebih efisien murah. Satu kali terbang dengan sky taxi  untuk jarak 100 kilometer dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam hanya dikenakan tarif Rp 750.000.

"Di dunia belum ada yang komersial seperti ini. Semua masih dalam rangka uji coba. Makanya, Indonesia harus bisa menjadi pemain utama (prime player)," cetus Ali.

Baca juga: Membedah Spek Autonomous Rail Transit, Transportasi Masa Depan IKN

Ali menambahkan, pada tahun ini juga akan diuji coba kereta otonom atau autonomous rail transit (ART).

Untuk diketahui, pembangunan IKN merupakan agenda besar yang mengedepankan pendekatan inovatif.

Konsep kota cerdas memiliki peranan penting dalam pembangunan IKN. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan kualitas hidup.

Kota cerdas mengintegrasikan teknologi informasi untuk mengelola sumber daya secara optimal, meningkatkan potensi lingkungan hijau, mendukung pertumbuhan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam konteks ibu kota baru, menerapkan konsep kota cerdas tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memadukan teknologi untuk mencapai pembangunan holistik dan inklusif yang menjadi esensi dalam merancang ibu kota modern dan berkelanjutan.

Baca juga: 70 Tower Rusun ASN di IKN Garapan China & Malaysia Dibangun Tahun Ini

Ali menuturkan, pemanfaatan teknologi untuk sky taxi dan ART merupakan bagian dari domain keenam yakni Smart Transportation and Mobility dalam pembangunan Kota Cerdas IKN.

Lima domain lainnya sebagai landasan strategis adalah Smart Governance, Smart Living, Smart Industry and Human Resources, Smart Built Environment and Infrastructure, dan Smart Natural Resources and Energy.

"Setiap domain memiliki tujuan spesifik yang bertujuan untuk mencapai sebuah Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkualitas tinggi," tuntas Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau