Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nahdlatul Wathan Gelar Muktamar dan Mukernas Pertama di Gerbang IKN

Kompas.com, 4 Mei 2024, 10:19 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Organisasi massa Islam terbesar ketiga di Indonesia, Nahdlatul Wathan, menggelar Muktamar dan Mukernas XV, di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Perhelatan yang berlangsung sejak 3 Mei hingga 5 Mei 2024 ini merupakan kali pertama di luar Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai basis organisasi, sekaligus kali pertama di gerbang IKN.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Lalu Gede Zainuddin Atsani mengatakan, penyelenggaraan Muktamar dan Mukernas di gerbang IKN ini merupakan salah satu pengejawantahan spiritualisme pendiri Nahdlatul Wathan, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tentang Nusantara.

Baca juga: Mengintip Apartemen ASN di IKN, Modern, Luas, dan Fully Furnished

"Nah, pada saat Presiden Joko Widodo mengumumkan ibu kota baru dengan nama Nusantara, kami menilai sebagai satu visi dan misi. Sama-sama bertujuan memajukan bangsa, untuk masyarakat yang lebih beradab, lebih berkeadilan demi Indonesia maju," tutur Atsani menjawab Kompas.com, Sabtu (4/5/2024).

Atsani melanjutkan, NW senantiasa berkomitmen mendukung pemerintah. Apa yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi, NW nilai sebagai kebaikan bagi bangsa dan negara.

Terutama terkait masalah memajukan pendidikan yang merupakan aspek paling penting dalam membangun masyarakat.

Hal ini karena kepemimpinan bangsa akan dipimpin oleh anak muda, agar Indonesia tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Baca juga: IKN, Pemicu Kredit Konstruksi Jadi Tiga Terbesar di Kaltim

Oleh karena itu, dalam Muktamar XV, pemimpin baru yang terpilih untuk periode lima tahun ke depan 2024-2029 harus mampu mendorong peningkatan kualitas tiga aspek yakni pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan dakwah.

Muktamar XV tahun ini dihadiri oleh seluruh unsur Pengurus Besar, Ketua Badan Otonom, Ketua Lembaga-Lembaga besrta seluruh Ketua Pengurus Wilayah se-Indonesia, Ketua Pengurus Daerah dan seluruh Ketua Pengurus Cabang, dengan total jumlah peserta sekitar 350 peserta.

Kegiatan Muktamar XV ini akan dirangkaikan dengan kegiatan Mukernas XV Nahdlatul Wathan dan akan dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Wathan di IKN.

Baca juga: Otorita Tindaklanjuti Arahan Jokowi Terkait Investasi Microsoft di IKN

Untuk diketahui Nahdlatul Wathan tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri, dengan jumlah Pengurus Wilayah (PW) sebanyak 38 PW dan 5 Perwakilan Nahdlatul Wathan Luar Negeri.

Organisasi Nahdlatul Wathan juga memiliki 2.300 sekolah dan madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hingga akhir tahun 2023, tercatat jumlah warga Nahdlatul Wathan mencapi 5 juta orang, dengan sebaran terbesan terbesar di Provinsi NTB, lalu disusul Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Sisanya tersebar diseluruh provinsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau