Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nahdlatul Wathan Merapat ke IKN, Bangun Kantor Pusat dan Pondok Pesantren

Kompas.com, 4 Mei 2024, 18:05 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Nahdlatul Wathan (NW) yang mengeklaim sebagai organisasi massa Islam terbesar ketiga di Indonesia mulai merealisasikan visi dan misinya, dengan merapatkan diri ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Umum dan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) yang baru saja terpilih dalam Muktamar XV TGKH Lalu Gede Zainuddin Atsani mengungkapkan, NW senantiasa berkomitmen mendukung pemerintah.

Baca juga: Nahdlatul Wathan Gelar Muktamar dan Mukernas Pertama di Gerbang IKN

Apa yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi, NW nilai sebagai kebaikan bagi bangsa dan negara. Terutama terkait masalah memajukan pendidikan yang merupakan aspek paling penting dalam membangun masyarakat.

"Hal ini karena kepemimpinan bangsa akan dipimpin oleh anak muda, agar Indonesia tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain di dunia," ucap Atsani menjawab Kompas.com, Sabtu (4/5/2024).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kantor pusat PBNW, pondok pesantren, dan madrasah terpadu mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PADU), hingga Perguruan Tinggi.

Baca juga: Mengintip Apartemen ASN di IKN, Modern, Luas, dan Fully Furnished

Kantor pusat dan fasilitas pendidikan ini menempati area seluas 11 hektar di kawasan Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Peletakan batu pertama akan dilakukan pada Minggu (5/5/2024). Dalam merealisasikan pembangunan kantor dan fasilitas pendidikan ini, PBNW merogoh kocek sendiri dari kas organisasi dan donasi ummat.

Menurut Atsani, lahan untuk membangun kantor pusat dan fasilitas pendidikan tersebut sudah dibayar tahun lalu dan sudah dibebaskan.

"Kenapa di Kabupaten PPU? Karena IKN juga ada di sana sebagai ibu kota negara. Kami pun harus punya kantor pusat di sana. Sinergi dengan pemerintah pusat. Bangunannya tak perlu mewah, yang penting bisa menjadi sarana dakwah," tuntas Atsani.

Baca juga: IKN, Pemicu Kredit Konstruksi Jadi Tiga Terbesar di Kaltim

Untuk diketahui, Nahdlatul Wathan tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri, dengan jumlah Pengurus Wilayah (PW) sebanyak 38 PW dan 5 Perwakilan Nahdlatul Wathan Luar Negeri.

Organisasi Nahdlatul Wathan juga memiliki 2.300 sekolah dan madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hingga akhir tahun 2023, tercatat jumlah warga Nahdlatul Wathan mencapi 5 juta orang, dengan sebaran terbesan terbesar di Provinsi NTB, lalu disusul Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Sisanya tersebar di seluruh provinsi.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau