Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara IKN Siap Gelar HUT RI

Kompas.com, 7 Mei 2024, 05:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Prasarana pelaksanaan upacara siap digunakan saat peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Istana Presiden, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (6/5/2024).

Baca juga: Bocoran Interior Istana Negara IKN, Ada 11 Ruang dengan Artwork Nusantara

"Saya bertanggung jawab untuk penyiapan prasaranannya. Baik prasarana untuk pelaksanaan upacara, prasarana untuk pelaksana upacara, dan prasarana untuk pengamanan upacara," ujar Basuki.

Dia menuturkan, prasarana pelaksanaan upacara mencakup Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara tengah dipercepat pembangunannya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tengah meninjau pembangunan Kawasan Istana Presiden di KIPP Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tengah meninjau pembangunan Kawasan Istana Presiden di KIPP Ibu Kota Nusantara (IKN)
Istana Negara yang merupakan tempat Presiden Republik Indonesia menerima tamu-tamu kenegaraan, sudah mencapai progres 67 persen.

Saat ini tengah memasuki tahap arsitektural, penataan interior, mekanilak, elektrikal, plumbing (MEP), penataan lanskap, penataan jalan, termasuk Multi Utility Tunnel (MUT), dan jembatan.

Baca juga: Jalan Utama IKN Dipersolek, Ada Street Furniture dan Jalur Sepeda Berpori

Bentuknya merefleksikan Burung Garuda yang dirancang dengan tampilan monumental dan simetris yang dominan, diimplementasikan pada wajah depan Istana dengan pilar-pilar tinggi sejumlah 34 pilar.

Konsep keseimbangan bukan hanya pada tampilan bangunan namun juga secara keseluruhan kawasan.

Kantor Presiden yang dilapisi bilah selubung Burung Garuda di Kawasan Istana Presiden, KIPP Ibu Kota Nusantara (IKN), siap digunakan pada 17 Agustus 2024.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kantor Presiden yang dilapisi bilah selubung Burung Garuda di Kawasan Istana Presiden, KIPP Ibu Kota Nusantara (IKN), siap digunakan pada 17 Agustus 2024.
Selain itu, bangunan dengan nilai kontrak Rp 1,34 triliun ini juga didesain tanggap iklim dan meminimalisasi perubahan terhadap bentuk dan kondisi topografi tapak.

"Istana Negara ditargetkan Juni sudah selesai," cetus Basuki.

Baca juga: Ternyata, Kereta Otonom IKN Belum Ada Final Design-nya

Sementara progres konstruksi Kantor Presiden dengan nilai kontrak pekerjaan Rp 1,56 triliun, sudah lebih dari 80 persen.

Kantor Presiden merupakan tempat Kepala Negara Republik Indonesia dan Ibu Negara bekerja. Bentuk bangunannya yang tidak bisa dibilang sederhana ini, merepresentasikan keagungan dan kewibawaan.

Kantor Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kantor Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Kemegahan yang ditampilkan pada bangunan Kantor Presiden ini tecermin pada penataan interior, khususnya lobby utama yang berfungsi sebagai ruangan pertama saat kaki menginjakkan gedung ini.

Desain bangunan dibuat bertingkat untuk menyesuaikan topografi yang ada.

Sedangkan perkembangan terbaru Lapangan Upacara yang dilapisi rumput Zoysia Matrella berstandar FIFA, siap digunakan dengan kondisi 90 persen menuju tuntas.

Baca juga: Mengintip Apartemen ASN di IKN, Modern, Luas, dan Fully Furnished

"Rumput-rumput ini sudah kita siapkan semua. Demikian halnya dengan bendera, akan segera dipasang. Jadi semuanya, untuk prasarana pelaksanaan upcara 17 Agustusan, insya Allah selesai pada bulan Juni 2024," imbuh Basuki.

Lapangan Upacara ini dirancang dengan kapasitas tampung sekitar 8.000 orang. Oleh karena itu, penyelenggara upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI yakni Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Sekretariat Presiden harus mempertimbangkan kesiapan pelaksanaannya.

Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN)
Kantor Kemenko 

Selain ketiga infrastruktur dasar tadi, kesiapan prasarana pelaksana upacara juga diperhatikan. Antara lain empat Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) yang mecakup Kantor Kemenko 1, 2, 3, dan 4 yang berada di area Sumbu Kebangsaan.

Kantor Kemenko dirancang sejumlah 16 tower. Rinciannya, masing-masing Kantor Kemenko memiliki 4 tower, dan setiap 1 tower dihuni oleh dua kementerian. Jadi, dalam satu kompleks kemenko terdapat delapan kementerian.

Baca juga: Rumput Lapangan Upacara Kawasan Istana Presiden di IKN Berstandar FIFA

Kantor Kemenko 1 atau Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) digarap PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WEGE dengan nilai kontrak Rp 745 miliar.

Berlanjut ke proyek kantor Kemenko 2 atau Kemenko Bidang Perekonomian digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) yang menandatangani kontrak pembangunan gedung dan kawasan Kantor Kemenko 2 senilai Rp 766 miliar.

Kantor Kementerian Koordinator 2 di Ibn Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kantor Kementerian Koordinator 2 di Ibn Kota Nusantara (IKN)
Sedangkan proyek Kemenko 3 atau Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan HAM, serta Kemenko 4 atau Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Baca juga: 50 Calon Investor Malaysia Boyongan ke IKN, 4 Berminat

Adapun nilai kontrak Kantor Kemenko 3 sebesar Rp 789 miliar, sementara Kantor Kemenko 4 senilai Rp 735 miliar.

Dengan demikian, total nilai konstruksi dari empat proyek kantor Kemenko di IKN ini mencapai angka Rp 3,035 triliun.

Interior ruang makan apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Interior ruang makan apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Apartemen ASN

Adapun prasarana pelaksana upacara lainnya yang terus digeber pembangunannya adalah apartemen ASN, TNI/Polri, BIN, dan Paspampres.

Sejumlah 12 tower dari total 47 tower akan dikhatamkan pada Juli 2024, sehingga bisa digunakan oleh para peserta dan pelaksana upacara 17 Agustusan.

Baca juga: UPDATE Terkini Rumah Tapak Jabatan Menteri IKN, 5 Kelar Dibangun

Masing-masing tower berisi 60 unit dengan luasan 98 meter persegi yang mencakup tiga kamar tidur, ruang tamu/ruang keluarga, ruang makan, dapur, ruang cuci, dan dua kamar mandi.

Seluruh unit sudah dilengkapi dengan furnitur, peralatan makan, perlengkapan dapur, serta home appliance termasuk kompor, kulkas, dan AC. Calon penghuni tinggal bawa barang pribadi.

Interior ruang kerja apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Interior ruang kerja apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
"Itu nanti akan kita gunakan dulu sebelumnya. Makanya pemindahan ASN dimundurkan setelah upacara," jelas Basuki.

Menurut Basuki, prasarana pelaksanaan dan pelaksana upacara ini akan didukung sejumlah fasilitas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan air minum.

Baca juga: 30 Tahun Lagi, Kendaraan Otonom, Drone, dan Robot Lalu Lalang di IKN

Dalam tinjauannya ke proyek Reservoir dan Instalasi Pengolahan Air (IPA), Basuki memastikan air minum akan masuk KIPP pada Juni 2024.

Hal ini menyusul jalur pipa untuk IPA sepanjang 17 kilometer sudah tersambung hingga ke Reservoir IKN.

"Ini tinggal menunggu pompanya yang akan datang pada 28-30 Mei ini. Itu nanti airnya adalah air minum, bukan air bersih. Jadi ada tap water yang bisa diminum langsung," ungkap basuki.

Jalan Tol IKN Segmen 3A Karang Joang-KKT KariangauKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Jalan Tol IKN Segmen 3A Karang Joang-KKT Kariangau
Percepatan

Secara umum, kemajuan konstruksi infrastruktur dasar KIPP IKN yang mencakup Batch I dan Batch II, sesuai dengan rencana.

Kalaupun ada deviasi atau melambat, hal ini karena belum seluruh pekerja konstruksi kembali ke IKN usai libur Lebaran.

Baca juga: Bahlil Siapkan Lahan untuk Konglomerat Sukanto Tanoto di IKN

"Baru sekitar 70 persen pekerja yang kembali ke sini," cetus Basuki.

Untuk itu, guna mengakselerasi pembangunan Batch I yang saat ini mencapai posisi 81 persen dan Batch II sekitar 30 persen, Kementerian PUPR akan mengerahkan bantuan untuk mempermudah perjalanan transportasi udara dari Jakarta dan Surabaya ke Balikpapan.

Bandara VVIP Ibu Kota NusantaraKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara
Selain itu, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, penambahan jam kerja juga akan dilakukan, melihat situasi dan kondisi.

"Tiga shift dengan masing-masing 8 jam kerja akan kami terapkan. Sehingga kami optimistis Juni-Juli commissioning," cetus Danis.

Hal ini termasuk pembangunan landasan pacu Bandara VVIP sepanjang 2.200 meter dari total 3.000 meter. Pada Agustus 2024 nanti siap didarati pesawat para tamu VVIP.

Kemudian akses jalan dari Bandara VVIP ke KIPP IKN, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Sisi Timur, Tol 3A Segmen Karang Joang-KKT Kariangau, Jalan Tol Segmen 3B KKT Kariangau-Sp Tempadung, dan Jalan Tol Segmen 5A Sp Tempadung-Jembatan Pulau Balang, serta duplikasi Jembatan Pulau Balang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau