Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan Utama IKN Dipersolek, Ada "Street Furniture" dan Jalur Sepeda Berpori

Kompas.com, 5 Mei 2024, 15:48 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Jalan utama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dipersolek atau dilakukan biutifikasi.

Hal ini seiring perkembangan aktual jalan utama yang terdiri dari Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur yang sudah mencapai progres pekerjaan rerata lebih dari 80 persen.

Baca juga: Mengintip Apartemen ASN di IKN, Modern, Luas, dan Fully Furnished

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis HIdayat Sumadilaga mengatakan, saat ini kondisi Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur tengah diperkeras dengan lapisan dasar dan lapisan atas dengan ketebalan 45 cm.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga meninjau penataan lanskap, jalur pedestrian, jalur sepeda, dan jalur kendaraan Jalan Sumbu Barat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga meninjau penataan lanskap, jalur pedestrian, jalur sepeda, dan jalur kendaraan Jalan Sumbu Barat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Sementara right of way Sumbu Barat dan Timur dirancang selebar 50 meter dengan panjang masing-masing 2,99 kilometer, dan 3,27 kilometer.

"Setelah perkerasan, akan dilakukan pengaspalan. Nah inilah nanti yang akan menjadi jalan utama KIPP IKN," ujar Danis kepada Kompas.com.

Baca juga: Karena IKN, Seat Penerbangan ke Balikpapan Susah Didapat

Danis menuturkan, bukan hanya jalan yang dibangun, melainkan juga jalur pedestrian bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Ini terlihat dari pemasangan guiding block berwarna senada dengan jalur pedestrian.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga tengah memantau pekerjaan Jalan Sumbu Barat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga tengah memantau pekerjaan Jalan Sumbu Barat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Sementara, jalur sepeda yang dibangun merupakan perkerasan beton berpori dengan tingkat porositas tinggi atau premeable concrete pavement.

Pekerjaan perkerasan beton berpori ini meliputi penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton porous, pemasangan lapis fondasi yang juga berfungsi sebagai reservoir sementara, pemasangan geosintetik, pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar perkerasaan tetap kering.

Baca juga: Bocoran Interior Istana Negara IKN, Ada 11 Ruang dengan Artwork Nusantara

Beton porous yang digunakan untuk konstruksi jalur sepeda Jalan Sumbu Barat dan Timur ini sesuai dengan karakteristik beban relatif ringan dan mampu mengalirkan air dari permukaan menuju lapisan drainase dan dialirkan menuju subdrain.

Penataan lanskap, jalur pedestrian, jalur sepeda dan jalur kendaraan di Jalan Sumbu Barat, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Penataan lanskap, jalur pedestrian, jalur sepeda dan jalur kendaraan di Jalan Sumbu Barat, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN)
Perkerasan beton porous diperuntukkan bagi lalu lintas rendah, sehingga load transfer devices tidak diperlukan pada sambungan perkerasan.

"KIPP IKN betul-betul diarahkan. Mobilitas sepeda, pejalan kaki, dan lainnya betul-betul diakomodasi," cetus Danis.

Baca juga: Bocoran Info dari Bahlil: Djarum dan Wings Masuk IKN Tahun Ini

Menurutnya, hal-hal seperti ini penting dibahas karena sebagai contoh bagi pekerjaan selanjutnya.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga tengah meninjau jalur pedestrian dan penataan lanskap di Jalan Sumbu Barat, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibn Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga tengah meninjau jalur pedestrian dan penataan lanskap di Jalan Sumbu Barat, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Pembangunan infrastruktur, lanjut Danis, harus memperhatikan unsur alami, kekuatan, mudah dirawat, tidak merepotkan, hirau akan aspek keselamatan, dan pemilihan materialnya betul-betul alami, sehingga menggambarkan IKN sebagai kota hijau dan cerdas.

Baca juga: Rumput Lapangan Upacara Kawasan Istana Presiden di IKN Berstandar FIFA

Selain itu, jelas Danis, Jalan Sumbu Barat dan Timur ini dilengkapi dengan Multi-Utility Tunnel (MUT) yakni terowongan yang menampung semua jaringan pipa air hingga fiber optik dan kabel listrik di IKN.

Limpasan air akan disaring lebih dulu oleh box control dan dialirkan lewat MUT ke ground water tank sehingga air yang sudah bersih dari endapan sedimen dapat digunakan untuk penyiraman tanaman.

"Tidak akan ada lagi kabel-kabel bergelantungan atau genangan air yang tak surut berhari-hari," tuntas Danis.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau