Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Progres Terbaru Proyek Kantor Kemenko 3 Bidang Polhukam di IKN

Kompas.com, 24 Mei 2024, 14:38 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk ekosistem perkantoran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), terus dikerjakan secara simultan.

Salah satunya adalah Kantor Kementerian koordinator (Kemenko) 3 yang membidangi Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam).

Hingga Jumat (24/5/2024), proyek Kantor Kemenko 3 telah mencapai progres sekitar 64 persen.

Baca juga: Transportasi Cerdas IKN Bakal Dipamerkan di Forum ITS Asia-Pasifik

Konstruksi fisik proyek ini dikerjakan oleh KSO PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

Sementara pasokan material ready mix dilakukan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dengan nilai kontrak Rp 21,3 miliar.

WSBP diketahui telah menyuplai readymix hampir seluruhnya yang dibutuhkan untuk proyek Kantor Kemenko 3.

Saat ini progres pasokan telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2024.

Proyek Kantor Kementerian Koordinator 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Proyek Kantor Kementerian Koordinator 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN)
Produk readymix yang disuplai merupakan Readymix Fc' 35 dan Fc' 30 dengan slump 12 ± 2 cm, sebanyak 5.292,5 meter kubik sejak Januari 2024.

Readymix ini diproduksi di Batching Plant WSBP Sepaku yang berjarak 10 kilometer dari lokasi proyek sehingga pasokannya dapat tercakupi dalam skala besar dan cepat tanpa proses pengiriman yang lama.

Baca juga: Mitigasi Bencana Banjir di IKN, Otorita Andalkan Early Warning System

“Dengan hampir tuntasnya proyek Kantor Kemenko 3 ini, kami optimistis bisa mendapat kontrak eksternal lainnya. Kepercayaan pemerintah untuk bekerjasama dengan WSBP dalam proyek ini kami yakini dapat membuka pasar proyek-proyek eksternal di IKN,” ujar Vice President of Corporate Secretary Fandy Dewanto kepada Kompas.com, Jumat (24/5/2024).

WSBP juga optimistis dapat memperoleh peluang dari berbagai proyek pembangunan IKN, bukan hanya infrastruktur dan gedung pemerintahan yang saat ini berjalan, tapi juga perumahan, fasilitas umum, pembangunan komersial, dan pusat bisnis.

Dengan semangat inovasi dan fokus pada keberlanjutan, WSBP optimis akan terus membawa solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek masa depan.

“Dalam proses suplai yang dilakukan, WSBP selalu menjaga serta menerapkan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan yang baik guna menjaga mutu serta mewujudkan proyek-proyek yang memiliki tingkat kesehatan keuangan yang baik,” tambah Fandy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau