Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Resmikan Pusat Persemaian Mentawir, Hijaukan IKN

Kompas.com, 4 Juni 2024, 10:39 WIB
Add on Google
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa (4/6/2024).

Pusat persemaian ini akan menjadi pemasok bibit-bibit tanaman atau pohon dalam rangka penghijauan kembali area Ibu Kota Nusantara (IKN) serta wilayah Kaltim dan sekitarnya.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini saya resmikan persemaian mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi.

Dia menjelaskan, Pusat Persemaian Mentawir menjadi hal pertama yang dibangun sebelum dimulainya pembangunan IKN.

Dengan memiliki pusat persemaian berskala besar, kegiatan-kegiatan rehabilitasi hutan serta penanaman kembali area bekas tambang bisa dilakukan dengan optimal.

"Jangan sampai kita sering dulu mencanangkan menanam sejuta pohon di mana-mana tapi nurserya-nya nggak ada, persemaiannya semuanya enggak ada, dari mana bibitnya?" tandasnya.

Baca juga: Rangkap Jabatan, Raja Juli Ditunjuk Jokowi Jadi Plt Wakil Kepala Otorita IKN

"Sehingga saya senang setelah hampir satu setengah tahun Persemaian Mentawir selesai pada hari ini, dan dengan kapasitas 15 juta bibit ini akan bisa kita pakai untuk merehabilitasi hutan kembali, kemudian juga untuk menanam, mereklamasi bekas-bekas tambang, baik dengan tanaman-tanaman yang cepat tumbuh dan tanaman-tanaman yang lain," terangnya.

Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden. Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, Pusat Persemaian Mentawir menjadi salah satu pendukung kunci dalam mewujudkan IKN sebagai smart forest city.

Kompleks Pusat Persemaian Mentawir ini mencakup total area 120 hektar, dengan 30 hektar digunakans sebagai pusat produksi bibit, dan 90 hektar disiapkan untuk plasma nutfah nasional yang sedang dalam persiapan konstruksi.

Dengan kapasitas produksi bibit sebanyak 15 juta bibit per tahun, sampai saat ini telah diproduksi sekitar 8 juta bibit dan telah didistribusikan sekitar 4,9 juta bibit.

Jenis bibit yang diproduksi antara lain tanaman-tanaman kayuan endemik, tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), tanaman estetika, dan tanaman pakan satwa.

Kompleks Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden. Kompleks Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Persemaian Mentawir dimulai konstruksinya pada akhir 2022 dan selesai pada Desember 2023 dengan total nilai konstruksi keseluruhan Rp 339 miliar.

Dibangun melalui skema Public Private Partnership yang meliputi KLHK, Kementerian PUPR, PT Indo Tambangraya Megah (ITM), dan juga didukung PT PLN (Persero) serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Perincian dana pembangunan Pusat Persemaian Mentawir meliputi Rp 130 miliar dari ITM untuk konstruksi bangunan, Rp 38 miliar dari Kementerian PUPR untuk embung, Rp 112 miliar dari Kementerian PUPR untuk akses jalan, dan Rp 39 miliar dari Kementerian LHK untuk penyiapan lahan dan pembibitan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau