Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Satu Lagi Hotel Bintang Lima Marriott Bakal Hadir di IKN, Ada 1.000 Kamar

Kompas.com, 3 Juli 2024, 13:50 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Satu lagi hotel yang dikelola oleh Marriott International, bakal hadir meramaikan sektor akomodasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini menyusul penandatanganan kerja sama antara Otorita IKN (IKN) melalui PT Bina Karya (Persero) dan PT Makmur Berkah Amanda Tbk, Selasa (2/7/2024).

Kesepatakan ini meliputi perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengoperasian dan komersialisasi hotel Marriott International.

Baca juga: Progres IKN 86 Persen, DPR Sebut Masih Perlu Kerja Keras dan Biaya

Marriott International rencananya akan membawa jenama hotel dengan klasifikasi bintang lima ke IKN.

Komisaris Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk Adi Saputra Tedja Surya menargetkan pembangunan hotel yang berisi 1.000 kamar ini dalam kurun waktu empat tahun.

"Jadi ini bukan hanya penandatanganan kesepakatan kerja sama saja, tetapi kami memang ingin segera membangun (hotel),” ujar Adi.

Direktur Utama PT Bina Karya Boyke Prasetyanto mengungkapkan, PT Makmur Berkah Amanda Tbk merupakan satu dari banyaknya animo investor yang ingin masuk ke wilayah IKN. 

Namun, karena hanya 30 persen saja dari total luas wilayah IKN yang boleh dibangun, jadi proses yang dilakukan untuk pembangunan di wilayah IKN cukup ketat.

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol IKN Dikebut, Jelang HUT RI Bisa Dilintasi

"Di OIKN ini prosesnya cukup ketat karena banyaknya animo yang ingin masuk ke wilayah IKN ini. Dari total 252.000 hektar hanya 30 persen yang boleh dibangun, sisanya adalah hutan," tegas Boyke.

Berdasarkan kesepakatan yang dilakukan, kedua belah pihak setuju untuk membangun hotel bintang lima ini dengan menerapkan prinsip-prinsip lingkungan (environment), sosial (social) dan kepatuhan (governance) atau ESG.

Pembangunan Marriott International ini akan menggenapi hotel kelas bintang lima lainnya yang lebih dulu hadir di IKN yakni Swissotel Nusantara yang dibangun oleh Konsorsium NUsantara, dan Westin Hotel yang dibangun PT Pakuwon Jati Tbk.

Untuk diketahui, Westin Hotel merupakan salah satu jenama hotel bintang lima di bawah naungan Marriott International. 

Namun, jenama untuk hotel yang dibangun oleh PT Makmur Berkah Amanda Tbk belum diungkap kepada publik.

PT Makmur Berkah Amanda Tbk sendiri merupakan entitas yang bergerak di bidang perhotelan, dengan portofolio Hotel Element by Westin yang berlokasi di Ubud Bali.

Hotel Element by Westin telah beroperasi secara komersial sejak Maret 2018 dengan jumlah kamar terbanyak di Ubud, yaitu 152 kamar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau