Penulis
Upaya peningkatan kualitas infrastruktur dan sistem transportasi merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat.
Akmal menegaskan, IKN merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dalam hal pembangunan sektor transportasi.
Transportasi adalah urat nadi yang menghubungkan berbagai daerah dan memastikan kelancaran mobilitas orang dan barang.
Baca juga: Harga Tanah di IKN, Mulai Rp 400.000 Per Meter Persegi hingga Premium
"Oleh karena itu, pembangunan sistem transportasi yang tertib, lancar, efektif, efisien, aman, nyaman, dan terjangkau menjadi prioritas utama," cetus Akmal.
Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat.
Masukan-masukan ini sangat penting bagi kami dalam memastikan pembangunan sektor transportasi di IKN dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua.
Pemerintah berkomitmen untuk membangun konektivitas transportasi di Kalimantan Timur sebagai kawasan aglomerasi perkotaan tanpa dibatasi oleh wilayah administratif antara IKN dengan kawasan kota/kabupaten penyangganya.
"Kami juga telah meminta kepada daerah-daerah penyangga untuk menyiapkan infrastruktur penunjang sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik yang sudah ada untuk dikembangkan lebih bak, maupun infrastruktur baru yang perlu segera dibangun," ungkap Akmal.
Salah satu kota penyangga yang masuk dalam kawasan aglomerasi transportasi IKN adalah Balikpapan.
Menurut pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, Balikpapan diuntungkan dengan konsep Buy The Service (BTS) Balikpapan City Trans yang disubsidi Kementerian Perhubungan dan sudah beroperasi sejak 8 Juli 2024.
Baca juga: Rincian Infrastruktur Pendukung Pelaksanaan Upacara HUT RI di IKN
"Ini salah satu kota penyangga yang sudah siap. Tapi perlu dipikirkan juga bagaimana meningkatkan jumlah pengguna. Jangan sampai ketika masih gratis, BTS-nya penuh, tapi ketika sudah bertarif, tinggal 20 persen saja penumpangnya," ujar Yayat.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda mengatakan, Balikpapan sangat siap untuk membangunan konektivitas terpadu dengan IKN dan kota/kabupaten penyangga lainnya dalam satu aglomerasi.
"Kendati demikian, konsep transportasi aglomerasi ini harus sama, harus diharmonisasi agar tidak terjadi ketimpangan antara IKN, Balikpapan, dan kawasan lainnya. Jika di IKN ada kereta otonom atau autonomous rail transit (ART), maka di Balikpapan dan kota lainnya pun harus sama, agar terjadi mirroring," imbuh Adwar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang