Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Integrasi Transportasi Kawasan Aglomerasi IKN, Balikpapan Paling Siap

Kompas.com, 16 Juli 2024, 15:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Upaya peningkatan kualitas infrastruktur dan sistem transportasi merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat.

Akmal menegaskan, IKN merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dalam hal pembangunan sektor transportasi.

Transportasi adalah urat nadi yang menghubungkan berbagai daerah dan memastikan kelancaran mobilitas orang dan barang.

Baca juga: Harga Tanah di IKN, Mulai Rp 400.000 Per Meter Persegi hingga Premium

"Oleh karena itu, pembangunan sistem transportasi yang tertib, lancar, efektif, efisien, aman, nyaman, dan terjangkau menjadi prioritas utama," cetus Akmal.

Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat.

Masukan-masukan ini sangat penting bagi kami dalam memastikan pembangunan sektor transportasi di IKN dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua.

Pemerintah berkomitmen untuk membangun konektivitas transportasi di Kalimantan Timur sebagai kawasan aglomerasi perkotaan tanpa dibatasi oleh wilayah administratif antara IKN dengan kawasan kota/kabupaten penyangganya.

"Kami juga telah meminta kepada daerah-daerah penyangga untuk menyiapkan infrastruktur penunjang sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik yang sudah ada untuk dikembangkan lebih bak, maupun infrastruktur baru yang perlu segera dibangun," ungkap Akmal.

Balikpapan paling siap

Salah satu kota penyangga yang masuk dalam kawasan aglomerasi transportasi IKN adalah Balikpapan.

Menurut pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, Balikpapan diuntungkan dengan konsep Buy The Service (BTS) Balikpapan City Trans yang disubsidi Kementerian Perhubungan dan sudah beroperasi sejak 8 Juli 2024.

Baca juga: Rincian Infrastruktur Pendukung Pelaksanaan Upacara HUT RI di IKN

"Ini salah satu kota penyangga yang sudah siap. Tapi perlu dipikirkan juga bagaimana meningkatkan jumlah pengguna. Jangan sampai ketika masih gratis, BTS-nya penuh, tapi ketika sudah bertarif, tinggal 20 persen saja penumpangnya," ujar Yayat.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda mengatakan, Balikpapan sangat siap untuk membangunan konektivitas terpadu dengan IKN dan kota/kabupaten penyangga lainnya dalam satu aglomerasi.

"Kendati demikian, konsep transportasi aglomerasi ini harus sama, harus diharmonisasi agar tidak terjadi ketimpangan antara IKN, Balikpapan, dan kawasan lainnya. Jika di IKN ada kereta otonom atau autonomous rail transit (ART), maka di Balikpapan dan kota lainnya pun harus sama, agar terjadi mirroring," imbuh Adwar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau