Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Partini, warga Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), toko oleh-olehnya saat ini menunjukkan peningkatan luar biasa.
Omzet per bulan hingga pertengahan Juli 2024 ini meningkat 20 persen sampai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 lalu.
Omzet itu dia peroleh dari tiga gerai bertajuk Sepaku Clothing yang dioperasikannya yakni di Rest Area Ibu Kota Nusantara (IKN), Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, dan di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku.
Baca juga: HIPMI Ogah Dapat Lemparan Proyek IKN dari BUMN
Menurut perempuan berhijab ini, peningkatan omzet secara signifikan terjadi ketika Sepaku Clothing menjadi merchant QRIS dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 2022.
Partini menuturkan, pada tahun itu, gerai yang dioperasikannya baru satu, yakni di Desa Sukaraja. Oleh-oleh yang ditawarkan pun baru sebatas tas, topi, celana dan kaos-kaos dengan desain seadanya kelas UKM.
Pohon Hayat dijadikan desain kaos Sepaku ClothingPertumbuhan pesat terjadi ketika Partini membuka dua gerai baru di IKN dengan mengubah format desain merchandise-nya menjadi desain Pohon Hayat sebagai logo IKN.
Baca juga: Hyundai Investasi Rp 500 Miliar, Bangun Fasilitas Terintegrasi di Balikpapan
Selain Pohon Hayat, dia juga menjajakan merchandise dengan tengara atau landmark terkenal IKN lainnya, yakni Titik Nol Nusantara, Persemaian Mentawir, Kantor Presiden, Istana Negara, dan tak lupa hewan endemik Kalimantan yakni Bekantan, dan Beruang Madu.
"Pembangunan IKN membuat saya mampu menjual merchandise seperti kaos, topi, dompet, tas, dan lain-lain 'berbau' Nusantara di atas target," ungkap Partini dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, Rabu (17/7/2024).
Partini mengaku, dengan menggunakan QRIS, omzet yang diraup Sepaku Clothing dalam sebulan mencapai Rp 50 juta.
Menurutnya, ada banyak keuntungan yang didapat merchant dengan menggunakan metoda transaksi digital QRIS.
Pertama adalah meningkatkan penjualan. Sebagai merchant QRIS, Partini dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran, sehingga berpotensi meningkatkan peluang penjualan.
Saat ini, dia menerapkan dua aplikasi pembayaran dari dua bank Himbara, Mandiri dan BNI.
Ilustrasi QRIS"Terbukti, yang belanja kaos IKN di toko saya enggak pake mikir. Langsung scan-scan aja itu QRIS-nya. termasuk bapak-bapak pejabat OIKN dan para menteri yang kerap berkunjung meninjau proyek IKN," ungkap Partini.
Selain itu, dengan menggunakan QRIS, transaksi menjadi lebih efisien karena dapat mengurangi biaya pengelolaan kas dan memudahkan pencatatan keuangan.
Dengan QRIS, Partini tidak perlu lagi repot mencari uang kecil untuk kembalian dan tidak lagi harus setor tunai hasil penjualan ke ATM/bank.
Baca juga: HIPMI Balikpapan Incar Proyek Konstruksi hingga F&B di IKN
Semua transaksi tercatat dengan baik, membuat pencatatan keuangan menjadi lebih mudah dan efisien.
Pun dengan keamanan transaksi. QRIS memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dalam transaksi non-tunai.
"Saya tidak perlu khawatir tentang menerima uang palsu atau kehilangan uang tunai," cetusnya.
Partini dengan Sepaku Clothing-nya merupakan bagian dari pertumbuhan pengguna QRIS di Wilayah Kerja Bank Indonesia (BI) Balikpapan.
Menurut Kepala BI Perwakilan Balikpapan Robi Ariadi, volume QRIS hingga Juni 2024 di wilayah kerja BI Balikpapan adalah sebanyak 11.071.447 transaksi dengan total nominal Rp 1,67 triliun.
Suksesi Kepemimpinan Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan berlangsung Selasa (14/5/2024). Balikpapan yang memiliki posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memiliki Kepala Perwakilan BI baru, Robi Ariadi, menggantikan Bambang Setio Pambudi. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Aida S Budiman.Sedangkan Balikpapan sebanyak 9.942.086 transaksi dengan nominal transaksi menembus angka Rp 1,52 triliun.
Adapun secara Provinsi, Kalimantan Timur mencatat 760.563 pengguna, dan Nasional sebanyak 50.500.465 pengguna.
Robi mengatakan, bagi BI Perwakilan Balikpapan realisasi volume transaksi QRIS bulan Juni 2024 sudah tercapai dari angka yang ditargetkan tahun 2024 sebesar 10,5 juta pengguna.
Baca juga: Catat, Timeline Kereta Otonom Tanpa Rel Buatan China Mengaspal di IKN
Menurutnya, penggunaan QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan akan terus tumbuh positif karena didukung oleh ekosistem transaksi non tunai yang telah terbentuk dengan baik.
"Baik pelakunya yang telah teredukasi, para tenant atau merchant yang well educated tentang keuntungan transaksi non tunai dan infrastruktur yang baik," tuntas Robi kepada Kompas.com.
Terkait dengan pembangunan IKN, Robi memproyeksikan jumlah pengguna, jumlah transaksi, maupun nominal transaksi akan meningkat.
Tidak saja di Kabupaten PPU sebagai lokasi IKN, melainkan juga di Paser dan Balikpapan sebagai penyangga IKN.
Hal ini seiring dengan penambahan jumlah pekerja konstruksi yang dikonsentrasikan untuk percepatan pembangunan, juga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai relokasi pada September 2024.
"Selain itu, tentu saja para tamu, wisatawan, dan pebisnis yang beraktivitas di wilayah kerja BI Balikpapan," tuntas Robi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang