Penulis
Oleh karena itu, harga yang harus dibayar oleh pemerintah maupun konsumen akan jauh lebih rendah dibanding angutan transportasi massal berbasis rel.
"Skema BTS untuk ART ini juga diharapkan dapat diduplikasi di kota-kota lainnya di Indonesia seperti Bandung, Makassar, Medan, dan lain-lain karena tidak memerlukan rel dan sinyal. Cara kerja ART adalah dengan mengidentifikasi marka, jadi tidak perlu investasi besar," tutur Budi Karya.
Sementara kecepatan operasionalnya 50 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam.
Adapun panjang jalur ART Fase I sekitar 1,2 kilometer, sedangkan panjang jalur Fase II adalah mencapai 5,2 kilometer.
Saat beroperasi nanti, jalur dan halte ART akan berbagi atau sharing lane dengan Bus Rapid Transit (BRT).
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN (OIKN) Tonny Agus Setiono menambahkan, keberhasilan mendatangkan kereta otonom ini merupakan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang selama ini terus dilakukan untuk memastikan PoC dapat berjalan dengan lancar dan baik.
OIKN bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, Ditjen Bea Cukai, Kemenenterian Kominfo, dan Polri selama ini telah melakukan rapat rutin untuk memastikan dan mengevaluasi kelayakan teknis dan operasional serta dukungan fasilitas infrastruktur trem otonom yang diperlukan.
IKN sebagai global city for all merupakan testbed inovasi, di mana pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbaru akan di lakukan bersama-sama dengan berbagai pihak.
"Semoga ini jadi salah satu moda modern yang dapat diimplementasikan di IKN setelah nanti dilakukan PoC," tuntas Tonny.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang