Penulis
Di galangan yang dimilikinya, dia mampu memproduksi satu hingga dua kapal Pinisi per tahun dengan harga mulai dari Rp 3 miliar hingga Rp 15 miliar per unit.
Dengan material kayu besi, kayu bitti, kayu kandole/punaga, dan kayu jati, kapal Pinisi dikenal kokoh dan tangguh mengarungi lautan.
Baca juga: Investor IKN Urus HGB 11 Hari Langsung Jadi, Kok Bisa?
Ciri khas yang tidak didapatkan pada kapal layar lainnya adalah, Pinisi memiliki dua tiang dan tujuh layar yang memiliki makna filosofis.
Dua tiang menggambarkan dua kalimat syahadat, perjanjian dan kesaksian transendental manusia sebagai umat dengan Allah SWT, Tuhan Sang Pencipta dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan utusan-Nya.
Sementara tujuh layar bermakna tujuh ayat dalam Quran Surat Al-Fathihah, sekaligus ketangguhan pinisi dalam berlayar mengarungi tujuh samudera.
Selain memiliki ciri khas di atas, kapal Pinisi Kita Nusantara juga dilengkapi VIP Room, dapur, rooftop, kamar mandi, dan hall dengan desain modern kontemporer.
"IKN menawarkan potensi menjanjikan. Peminatnya luar biasa. Banyak pnumpang yang merasa sedih, karena kehadiran kami di Balikpapan hanya sementara. Kami akan kembali melayani perjalanan Balikpapan-IKN, jika pemerintah telah menetapkan rute dan tarifnya," tuntas Sukarman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya