Penulis
"Kami menunggu sifatnya. Sulbar harus lebih aktif mengejar, penjual kan harus mencari pembeli. Kami punya banyak demand, nah kolaborasi inilah yang dibutuhkan," cetus Akmal.
Terkait peluang investasi di Sulbar, dalam lima tahun terakhir terus menunjukkan tren meningkat.
Sebagaimana dikatakan Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Andi Maulana.
Bahwa Sulbar diminati oleh investor domestik dan juga asing yang dibuktikan dengan angka realisasi investasi selama kurun lima tahun terakhir.
Baca juga: Hingga Agustus Terjadi 153 Kali Gempa di Kalimantan, Amankah IKN?
"Realisasi Penanam Modal ASing (PMA) senilai 3 juta dolar AS atau ekuivalen Rp 46,1 miliar dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 2,5 triliun," ucap Andi.
Adapun Pj Gubernur Sulbar Bakhtiar Baharuddin menyambut baik terciptanya kolaborasi antara Sulbar, Kalimantan Timur, dan IKN.
"Kami harapkan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan melalui berbagai peluang, terutama di bidang pangan, komoditas pertanian, dan juga pariwisata. Selain tentu saja sumber daya alam (SDA) lainnya dengan potensi demikian besar," tuntas Bakhtiar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang