Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terus Digeber, Progres Balai Kota dan Pusat Data IKN 28,98 Persen

Kompas.com, 6 September 2024, 12:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan fisik gedung Kantor dan Pusat Data Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) direncanakan tuntas dibangun pada Januari 2025.

Kantor OIKN ini difungsikan sebagai balai kota, tempat aktivitas seluruh layanan perkotaan IKN di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Juru Bicara OIKN Troy Pantouw mengungkapkan, saat ini pekerjaan konstruksi terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan 28,98 persen.

"Per tanggal 01 September 2024, progres fisik di lapangan saat ini sudah di 28,98 persen. Ini data fisik dari Kementerian PUPR," ujar Troy kepada Kompas.com, Jumat (6/9/2024).

Baca juga: Progres Masjid Negara IKN 18,7 Persen, Rampung Desember 2024

Kantor OIKN dirancang dengan mengusup konsep bangunan pintar atau smart building.

Terdapat 14 elemen Bangunan Gedung Cerdas (BGC) yang diimplementasikan pada gedung Kantor dan Pusat Data OIKN.

Rinciannya adalah Sistem Alarm Kebencanaan dan Pemberitahuan Massal, Sistem Kontrol Akses, Sistem Kamera Pengawas, Sistem Penyediaan Air Minum, Sistem Pengelolaan Air Limbah, Sistem Pencahayaan, Sistem Kelistrikan, dan Sistem Pengondisian Udara.

Kemudian Sistem Pengelolaan Sampah, Sistem Transportasi dalam Gedung, Sistem Distribusi Video dan Papan Informasi Digital, Sistem Ventilasi, Sistem Jaringan Akses Kabel dan Antena Terdistribusi, dan Digital Twin.

Desain gedung kantor Otorita Itu Kota Nusantara (OIKN)Kementerian PUPR Desain gedung kantor Otorita Itu Kota Nusantara (OIKN)
Gedung Kantor OIKN ini diresmikan pembangunannya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (jokowi) pada Rabu (17/1/2024).

Pembangunan Kantor Otorita IKN ini merupakan salah satu langkah konkret dalam penyiapan, pembangunan, dan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara.

“Pembangunan Gedung Otorita IKN saya harap bisa menjadi gedung perkantoran yang nyaman bagi para pekerja sehingga bisa lebih efektif dalam bekerja, serta mampu memberikan layanan real time kepada masyarakat,” kata Jokowi.

Baca juga: Hingga Agustus Terjadi 153 Kali Gempa di Kalimantan, Amankah IKN?

Gedung Otorita IKN di desain menyatu dengan alam, serta menerapkan konsep kantor yang smart, green, and sustainable.

Hal tersebut diharapkan membawa gaya hidup dan bekerja baru serta menjadi percontohan perkantoran di seluruh Indonesia.

Pembangunan tahap 1 Kantor Otorita IKN ini ditargetkan selesai pada Januari 2025, dan akan menjadi salah satu ikon dan landmark dari IKN.

Mencakup luas bangunan tahap 1 sebesar 16.075 meter persegi, dalam enam lantai, dengan kapasitas ruang kerja 6.578,5 meter persegi, dan dapat menampung sekitar 600 pegawai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau