Penulis
"Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia di mana terdapat banyak sungai dan kepulauan," papar Rachman Arief.
Menurut Rachman Arief, sejatinya pembangunan IMT IKN telah diusulkan pembiayaannya melalui pinjaman luar negeri dengan estimasi total kebutuhan dana sekitar Rp 11,3 triliun.
Saat ini telah masuk ke dalam Bluebook 2020-2024, dan telah diusulkan untuk masuk ke dalam Greenbook 2024.
Baca juga: Tol Bawah Laut IKN, Mimpi Besar Indonesia Jelang Jokowi Lengser
Dengan asumsi proses persiapan pinjaman luar negeri dan lelang selama 1-2 tahun, maka perkiraan realisasi konstruksi akan dimulai pada 2026-2027.
Jika kelak IMT ini terbangun dan seluruh Tol IKN tersambung, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pelelangan untuk pelaksanaan operation management (pengelolaan).
"Skema KPBU bisa dilaksanakan untuk pengelolaan jaringan konektivitas Jalan Tol IKN apabila seluruhnya selesai terbangun," imbuh Rachman Arief.
Sebagai informasi, secara kesuluruhan, total panjang jalan tol yang dibangun di IKN membentang 88,54 kilometer. Sejauh ini yang sudah terbangun mencapai 67,65 kilometer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang