Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) meminta Presiden Terpilih Prabowo Subianto segera menjadikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Balikpapan di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal ini mengingat Balikpapan merupakan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) paling sibuk di Kalimantan Timur yang menerima tambahan populasi paling banyak.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menuturkan hal itu kepada Kompas.com, di Kantor PTMB, Balikpapan, Senin (14/10/2024).
"Kami memohon ke presiden terpilih Prabowo Subianto, untuk bisa segera menetapkan sistem penyediaan air baku atau SPAM Regional sebagai PSN, sehingga Balikpapan bisa memenuhi kebutuhan air minum seluruh warganya," ujar Yudhi.
Baca juga: Ibu Kota Pindah ke IKN, Balikpapan Bakal Terima Tambahan Populasi
Untuk merealisasikan pembangunan SPAM Regional ini, Yudhi mengungkapkan, PTMB sudah melakukan rapat bersama Kementerian PUPR, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Bappeda, dan beberapa badan usaha lain yang berminat untuk melakukan investasi.
Menurut Yudhi, Kementerian PUPR telah menawarkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mengusahakan realisasi pembangunan SPAM Regional tersebut.
PTMB sendiri sejauh ini menerima skema tersebut, karena yang terpenting adalah Kota Balikpapan mendapat tambahan pasokan air baku 1.000 liter/detik dari Bendungan Sepaku Semoi yang membutuhkan dana hampir Rp 2 triliun.
"Kalau semua harus dibebankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tentu sangat berat. Oleh karena itu, kami meminta perhatian khusus, karena Balikpapan menjadi penopang IKN sehingga harus diperhatikakan kebutuhan dasarnya," ucap Yudhi.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi SaharuddinRinciannya 1.100 liter per detik dari Waduk Manggar, dan 400 liter per detik dari Waduk Teritip.
Sementara di sisi lain, terbatasnya sumber air baku dan perpipaan yang rentan bocor dimakan usia dan perubahan iklim menjadi kendala yang belum tertuntaskan hingga kini.
Yudhi mencontohkan saat El Nino beberapa waktu lalu mengakibatkan penurunan kapasitas produksi, yang berdampak pada penurunan debit air di waduk Manggar dan Teritip.
Baca juga: Balikpapan Kota Penyangga IKN, Siap Menuju Pelayanan Digital Terpadu
Namun saat ini musim penghujan datang, artinya ini anugerah juga karena kami bisa meningkatkan produksi air hingga 100 persen.
"Kendati begitu, peningkatan produksi kapasitas 100 persen itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan eksisting layanan air di Kota Balikpapan, sehingga kami harus melakukan upaya rekayasa penggiliran distribusi air," cetus Yudhi.
Sementara kondisi pipa transmisi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, membutuhkan penanganan lebih serius demi efektivitas dan efisiensi distribusi kepada pelanggan.
"Tentunya kami harus hati-hati karena topografi Kota Balikpapan yang berbukit dan mudah longsor. Ini juga biasanya mengakibatkan beberapa pipa mengalami kerusakan. Kami sudah melakukan antisipasi dan perbaikan," tuntas Yudhi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang