Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PTMB Minta Prabowo Jadikan SPAM Regional Balikpapan Proyek Strategis Nasional

Kompas.com, 14 Oktober 2024, 14:26 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) meminta Presiden Terpilih Prabowo Subianto segera menjadikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Balikpapan di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hal ini mengingat Balikpapan merupakan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) paling sibuk di Kalimantan Timur yang menerima tambahan populasi paling banyak.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menuturkan hal itu kepada Kompas.com, di Kantor PTMB, Balikpapan, Senin (14/10/2024).

"Kami memohon ke presiden terpilih Prabowo Subianto, untuk bisa segera menetapkan sistem penyediaan air baku atau SPAM Regional sebagai PSN, sehingga Balikpapan bisa memenuhi kebutuhan air minum seluruh warganya," ujar Yudhi.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke IKN, Balikpapan Bakal Terima Tambahan Populasi

Untuk merealisasikan pembangunan SPAM Regional ini, Yudhi mengungkapkan, PTMB sudah melakukan rapat bersama Kementerian PUPR, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Bappeda, dan beberapa badan usaha lain yang berminat untuk melakukan investasi.

Menurut Yudhi, Kementerian PUPR telah menawarkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mengusahakan realisasi pembangunan SPAM Regional tersebut.

PTMB sendiri sejauh ini menerima skema tersebut, karena yang terpenting adalah Kota Balikpapan mendapat tambahan pasokan air baku 1.000 liter/detik dari Bendungan Sepaku Semoi yang membutuhkan dana hampir Rp 2 triliun.

"Kalau semua harus dibebankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tentu sangat berat. Oleh karena itu, kami meminta perhatian khusus, karena Balikpapan menjadi penopang IKN sehingga harus diperhatikakan kebutuhan dasarnya," ucap Yudhi.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi SaharuddinKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharuddin
Sebagai informasi, PTMB melayani 116.000 pelanggan dengan kondisi kapasitas produksi air bersih sekitar 1.500 liter/detik.

Rinciannya 1.100 liter per detik dari Waduk Manggar, dan 400 liter per detik dari Waduk Teritip.

Sementara di sisi lain, terbatasnya sumber air baku dan perpipaan yang rentan bocor dimakan usia dan perubahan iklim menjadi kendala yang belum tertuntaskan hingga kini.

Yudhi mencontohkan saat El Nino beberapa waktu lalu mengakibatkan penurunan kapasitas produksi, yang berdampak pada penurunan debit air di waduk Manggar dan Teritip.

Baca juga: Balikpapan Kota Penyangga IKN, Siap Menuju Pelayanan Digital Terpadu

Namun saat ini musim penghujan datang, artinya ini anugerah juga karena kami bisa meningkatkan produksi air hingga 100 persen.

"Kendati begitu, peningkatan produksi kapasitas 100 persen itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan eksisting layanan air di Kota Balikpapan, sehingga kami harus melakukan upaya rekayasa penggiliran distribusi air," cetus Yudhi.

Sementara kondisi pipa transmisi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, membutuhkan penanganan lebih serius demi efektivitas dan efisiensi distribusi kepada pelanggan.

"Tentunya kami harus hati-hati karena topografi Kota Balikpapan yang berbukit dan mudah longsor. Ini juga biasanya mengakibatkan beberapa pipa mengalami kerusakan. Kami sudah melakukan antisipasi dan perbaikan," tuntas Yudhi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau