Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Oktober 2024, 07:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Proyek revitalisasi Taman Bermain Pusat Konservasi Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan diresmikan.

Proyek ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wege) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPLH) Balikpapan yang fokus pada keberlanjutan lingkungan dan pelestarian fauna endemik Indonesia.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan Zulfikar mengungkapkan, program ini merupakan sinergi antara para pemangku kepentingan dalam mendukung flora dan fauna endemik di Kalimantan.

Baca juga: PTMB Minta Prabowo Jadikan SPAM Regional Balikpapan Proyek Strategis Nasional

"Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Zulfikar.

Direktur Keuangan, HC, & Manrisk Hartanto Karti Raharjo menambahkan, revitalisasi ini adalah langkah signifikan dalam pelestarian spesies yang terancam punah, seperti Beruang Madu, yang juga menjadi maskot Kota Balikpapan.

"Revitalisasi ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan konservasi hewan endemik, termasuk Beruang Madu yang rentan dan memerlukan perlindungan," jelas Hartanto.

Untuk mendukung keberlangsungan KWPLH Beruang Madu, Wege juga memberikan kontribusi tambahan berupa penyerahan 40 tangkai Anggrek Hitam, flora endemik Kalimantan, serta melakukan penanaman tanaman buah Lahung dan Kerantungan, yang juga merupakan tumbuhan endemik Kalimantan.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke IKN, Balikpapan Bakal Terima Tambahan Populasi

Kedua tanaman ini berfungsi sebagai sumber pakan alami bagi Beruang Madu di kawasan konservasi.

Sementara itu Plt. Komisaris Utama Joseph Prajogo mengatakan, proyek ini sejalan dengan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan perusahaan.

Menurutnya, revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan fungsi KWPLH sebagai pusat edukasi dan konservasi.

"Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian ekosistem hutan Kalimantan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati," ucap Joseph.

Revitalisasi mencakup peningkatan fasilitas taman bermain, penanaman pohon buah sebagai pakan Beruang Madu, dan pengadaan kotak sampah (B1, B2, dan B3).

Baca juga: Balikpapan Kota Penyangga IKN, Siap Menuju Pelayanan Digital Terpadu

Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BUMN yang diharapkan menciptakan dampak positif bagi kelestarian alam dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Perseroan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap proyeknya, dengan tujuan menghadirkan solusi yang selaras dengan SDGs.

"Kami percaya bahwa inisiatif ini tidak hanya akan memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih hijau dan seimbang bagi generasi mendatang," tuntas Joseph.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau