Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produksi Sampah Bertambah, Balikpapan Kaji Perluasan Lahan TPA Manggar

Kompas.com, 4 November 2024, 19:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Seiring dengan pertambahan populasi terkait kehadiran sejumlah proyek strategis nasional (PSN) seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memandang perlu memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

Perluasan TPA Manggar ini masih dalam tahap kajian dan pengelolaannya akan dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kepala UPTD TPA Manggar Kota Balikpapan Harianto menuturkan, saat ini KPBU TPA Manggar masih tahap kajian final business case, dan ditargetkan tahun 2025 mendatang akan dilakukan pelelangan.

"Adapun realisasi operasionalnya diperkirakan Tahun 2029. Kenapa perlu perluasan? Karena TPA Manggar diprediksi akan penuh kapasitasnya pada Tahun 2026," jelas Harianto, di Balikpapan, Senin (4/11/2024).

Baca juga: IKN Sepi Agenda, Balikpapan Optimalkan Sektor Ekraf dan Pariwisata

Seraya menunggu kajian final perluasan KPBU TPA Manggar, Pemkot Balikpapan juga akan melaksanakan land fuel mining atau menggali kembali sampah-sampah di TPA Manggar yang sudah padat dan bekas penimbunannya akan dimanfaatkan kembali.

"Kemudian, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) akan diaktifkan lagi, demikian halnya dengan bank-bank sampah," cetus dia.

Harianto menjelaskan, berdasarkan kajian kelayakan yang dilakukan, Pemkot Balikpapan harus melakukan langkah antisipatif karena TPA Manggar sudah tidak mencukupi.

Untuk diketahui, populasi Kota Balikpapan mencapal sekitar 738.532 jiwa pada tahun 2023, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen.

Dengan berbasis angka ini, maka lima tahun ke depan jumlah penduduk bakal mencapai 795.216 jiwa.

Di sisi lain, produksi sampah juga meningkat. Pada tahun 2023 produksi sampah mencapai sekitar 380,30 ton per hari, dan hanya 60 persen yang mampu diolah pada fasilitas pengelolaan sampah

Baca juga: Jadikan IKN Magnet Utama Indonesia, Otorita Susun Rencana Induk Wisata

TPA Manggar sebagai fasilitas pengelolaan sampah utarna Kota Balikpapan telah melampaui kapasitas 91,25 persen yakni 900.000 meter kubik dari total kapasitas sebanyak 470.500 meter kubik. 

Sementara itu, Guru Besar Bidang Perencanaan Pembangunan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang mengatakan, pengelolaan sampah secara terpadu dan modern membutuhkan paradigma berpikir yang juga modern dan kemauan politik atau political will yang besar.

"Apakah political will Pemkot Balikpapan mau membangun TPST dengan teknologi modern yang jauh lebih efektif dalam mengurangi sampah dan juga berdampak secara ekonomi dan sosial," ujar Said.

Namun, karena Pemkot Balikpapan belum sanggup, maka solusi terdekat yang bisa dilakukan adalah dengan menambah luas lahan TPA Manggar.

Pihaknya sebagai akademisi hanya merekomendasikan hal-hal yang harus dilakukan oleh Pemkot Balikpapan.

Baca juga: Ini 7 Raksasa Teknologi AS yang Bangun Command Center Tahap II IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau