Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produksi Sampah Bertambah, Balikpapan Kaji Perluasan Lahan TPA Manggar

Kompas.com, 4 November 2024, 19:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Mengacu pada contoh kasus Kabupaten Madiun, Malang, dan Banyumas, Pemkot Balikpapan bisa menduplikasi program-program dan kebijakan pengelolaan sampah yang dikuatkan melalui Peraturan Daerah (Perda).

Konsep pengelolaan sampah yang mereka bangun adalah bertujuan untuk meminimalkan jumlah sampah yang dibuang ke TPA melalui pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pengolahan.

Sementara sanitary landfill berfokus pada pengaturan yang lebih ketat dalam penimbunan sampah untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan.

Metode ini melibatkan proses penimbunan sampah dengan menggunakan lapisan tanah secara berkala.

Selain itu, Said juga merekomendasikan Optimalisasi Pemisahan Sampah di bagian hulu atau sumbernya adalah salah satu pendekatan strategis dalam pengelolaan sampah yang bertujuan untuk memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber penghasil, seperti rumah tangga, sekolah, tempat usaha, atau lokasi komersial lainnya.

Kemudian penggunaan teknologi pengolahan sampah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah seperti pengomposan aerobik dan anaerobik, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Baca juga: Meski Infrastruktur Melambat, Pemprov Kaltim Yakin Wisata IKN Diminati

Tak lupa pula keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pengelolaan sampah mulai dari pernisahan di sumber hingga pemanfaatan produk daur ulang, serta kerjasama strategis dengan sektor swasta, menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

"Pembebasan lahan menjadi salah satu alternatif pengelolaan yang penting ketika metode pengurangan sampah dan pengolahan sampah lainnya tidak lagi mampu mengatasi peningkatan volume," tuntas Said.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri menjelaskan, kajian perluasan TPA Manggar dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan sampah di Balikpapan.

Menurutnya, adalah tugas DPRD Kota Balikpapan khususnya Komisi III membuat Perda agar  mindset masyarakat berubah tentang sampah yang bisa menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

"Ke depannya mungkin dari Universitas Brawijaya akan melakukan kajian lebih dalam dan pendampingan bagaimana sampah bisa menghasilkan pundi-pundi bagi warga kota Balikpapan," pungkas Yusri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau