Penulis
Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Ale menjelaskan, PoC ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai keandalan teknologi otonom TOT dengan lingkungan IKN, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Kegiatan PoC ini berjalan sesuai dengan kesepakatan antara OIKN dan Norinco International Cooperation Ltd. dengan menggunakan sarana TOT milik CRRC Qingdao Sifang.
Adapun kegiatan penilaian PoC didukung oleh tim evaluasi independen diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo bersama Prof. Dr. Eng. Benyamin Kusumoputro, dan Prof. Dr-Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra dari Universitas Indonesia.
Kemudian Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Nasrullah Armi dari Pusat Riset Telekomunikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Selanjutnya Aditya Dwi Laksana dari Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Yanto Yulianto dari Institution of Railway Signal Engineers (IRSE).
Baca juga: Empat Halte Kereta Otonom Siap Layani Tamu HUT ke-79 RI di IKN
Tim ini memastikan monitoring, evaluasi, dan kegiatan penilaian dilakukan secara objektif sesuai kebutuhan dan kesiapan ekosistem IKN.
Pengujian dilakukan pada jalur khusus yang bersifat mixed traffic, di mana TOT berbagi jalan dengan kendaraan lain.
Meski kondisi kawasan masih dalam pembangunan, tim penilai PoC telah selesai melaksanakan evaluasi, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan jalur jalan yang memungkinkan untuk dilakukan penilaian uji coba.
Ale menyatakan, rekomendasi tim penilai ini akan diberikan kepada para pihak terkait, terutama Norinco International Cooperation Ltd dan CRRC Qingdao Sifang untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan operasional terutama pada sistem otonom trem sesuai dengan nota kesepahaman yang telah diteken.
Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2024, maka setelah kegiatan pelaksanaan PoC akan dilanjutkan kegiatan unjuk kerja (showcase) TOT oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan November–Desember, sesuai dengan koordinasi yang dilakukan antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dan Kedeputian bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN," terang Ale.
Sebagai informasi, sejatinya terdapat dua TOT yang tengah diupayakan sebagai pendukung transportasi cerdas IKN.
Selain TOT buatan CRRC Qingdao Sifang, terdapat kereta otonom lain yang merupakan produksi CRRC Zhouzhou Institute Co. Ltd.
Akan tetapi, kereta otonom buatan CRRC Zhouzhou hingga kembali diambil Norinco International Cooperation Ltd, tak kunjung menjalani uji coba.
Baca juga: Trem Otonom Tanpa Rel IKN Bukan Bus Gandeng, Ini Penjelasannya
Padahal rolling stock-nya yang tiba di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak tanggal 27 Juli 2024 ini sudah terbukti keandalan kendali otonomnya karena telah beroperasi dan melayani penumpang di China.