Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Beranda IKN, Balikpapan Targetkan Bebas Kabel Tahun 2026

Kompas.com, 31 Desember 2024, 12:18 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Upaya menjadikan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, lebih modern, bersih, rapi, dan estetik terus dilakukan.

Hal ini menyusul peran strategis dan penting Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).

Salah satunya adalah membersihkan kabel udara dengan cara memindahkannya ke dalam tanah atau underground.

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan kota ini bebas kabel udara pada tahun 2026 mendatang.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengatakan program bebas kabel tersebut dicanangkan untuk mewujudkan Balikpapan menjadi kota yang modern.

Baca juga: Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Balikpapan Jelang Tahun Baru

"Penataan kota bebas kabel ini mencontoh Batam dan Singapura dengan seluruh utilitasnya berada di bawah tanah berkeamanan tinggi," kata Rahmad, di Balikpapan, Senin (30/12/2024).

Sebelumnya, penataan wajah kota ini telah dibahas saat rapat gabungan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang).

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menuturkan selain meningkatkan estetika kota, pembersihan kabel udara juga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

Pasalnya, masih banyak terdapat kabel menjuntai dan melintang di jalan-jalan Balikpapan.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi Pemerintah Kota Balikpapan yang mulai merealisasikan program bebas kabel udara, meskipun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Tengok saja Taman Bekapai yang sukses direvitalisasi; kini terlihat lebih estetik.

Jauh sebelum revitalisasi Taman Bekapai, Pemerintah Kota Balikpapan juga menerapkan kawasan bebas kabel di Jalan MT Haryono, Kecamatan Balikpapan, tepatnya pada proyek pedestrian.

Jalur pedestrian yang dibangun memiliki lebar 6 sampai 8 meter dan panjang 250 meter, kemudian untuk jalur disabilitas itu dipasang guiding block khusus.

Dalam menata jalur pedestrian bebas kabel ini, digandeng pula PT Telkom Indonesia Tbk dan PT PLN (Persero) untuk merapikannya.

Kabel-kabel ditempatkan dalam boks utilitas, sehingga terlihat rapi dan minim risiko gangguan atau kecelakaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau