Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Upaya menjadikan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, lebih modern, bersih, rapi, dan estetik terus dilakukan.
Hal ini menyusul peran strategis dan penting Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satunya adalah membersihkan kabel udara dengan cara memindahkannya ke dalam tanah atau underground.
Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan kota ini bebas kabel udara pada tahun 2026 mendatang.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengatakan program bebas kabel tersebut dicanangkan untuk mewujudkan Balikpapan menjadi kota yang modern.
Baca juga: Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Balikpapan Jelang Tahun Baru
"Penataan kota bebas kabel ini mencontoh Batam dan Singapura dengan seluruh utilitasnya berada di bawah tanah berkeamanan tinggi," kata Rahmad, di Balikpapan, Senin (30/12/2024).
Sebelumnya, penataan wajah kota ini telah dibahas saat rapat gabungan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang).
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menuturkan selain meningkatkan estetika kota, pembersihan kabel udara juga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Pasalnya, masih banyak terdapat kabel menjuntai dan melintang di jalan-jalan Balikpapan.
Oleh karena itu, dia mengapresiasi Pemerintah Kota Balikpapan yang mulai merealisasikan program bebas kabel udara, meskipun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Tengok saja Taman Bekapai yang sukses direvitalisasi; kini terlihat lebih estetik.
Jauh sebelum revitalisasi Taman Bekapai, Pemerintah Kota Balikpapan juga menerapkan kawasan bebas kabel di Jalan MT Haryono, Kecamatan Balikpapan, tepatnya pada proyek pedestrian.
Jalur pedestrian yang dibangun memiliki lebar 6 sampai 8 meter dan panjang 250 meter, kemudian untuk jalur disabilitas itu dipasang guiding block khusus.
Dalam menata jalur pedestrian bebas kabel ini, digandeng pula PT Telkom Indonesia Tbk dan PT PLN (Persero) untuk merapikannya.
Kabel-kabel ditempatkan dalam boks utilitas, sehingga terlihat rapi dan minim risiko gangguan atau kecelakaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang