Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukungan Internasional Mengalir untuk IKN, Investasi Siap Digelontorkan Usai Lebaran 2025

Kompas.com, 15 Februari 2025, 12:16 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan perkembangan signifikan dan menarik perhatian dunia internasional.

Sejumlah negara dan lembaga internasional menyatakan minatnya untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan IKN yang berada di Kalimantan Timur ini.

Menyusul dukungan Turkiye yang akan menerjunkan perusahaan-perusahaan konstruksi dalam pembangunan infrastruktur IKN.

Bahkan, sejumlah mitra internasional lainnya telah lebih dulu menyatakan dukungannya dengan berkunjung ke IKN.

Baca juga: Mengintip Bandara VVIP IKN yang Ditargetkan Rampung Maret 2025

Mereka ingin melihat kemajuan pembangunan IKN, setelah pemberian grant atau hibah untuk reforestasi dan keberlanjutan.

Mereka adalah Inggris, Australia, Belanda, Norwegia, Finlandia, Jerman, Australia, Jepang, Singapura, Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan Islamic Development Bank (IsDB) serta Tony Blair Institute.

Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Aguilera Aranda menyatakan akan mengajak para pengusaha untuk bertemu dan membahas peluang investasi di IKN.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, usai seremoni penanaman 100 pohon di Miniatur Hutan Tropis, IKN, Jumat (14/2/2025).

"Kerja sama dengan Spanyol dalam pembangunan jembatan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan Centunion akan dilanjutkan dengan investasi lainnya di IKN. Hal serupa juga datang dari Belanda dan negara lainnya," tutur Basuki.

Baca juga: Training Center PSSI di IKN Rampung, Peresmian Tunggu Jadwal Presiden

Basuki menegaskan, sejak IKN dibangun tahun 2022, banyak mendapat dukungan terutama tentang panduan pembangunan smart city dari ADB, Australia, dan Inggris.

Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Marc Gerritsen mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan IKN.

Dia memandang pembangunan IKN sebagai rencana yang sangat ambisius, dan telah mulai direalisasikan.

"Dalam 3 tahun terakhir, saya pikir itu sangat menarik. Apa yang telah dilakukan Otorita IKN," imbuhnya kepada Kompas.com.

Ia juga memuji konsep IKN sebagai kota hutan hijau yang menekankan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Pemerintah telah merencanakan transportasi dan mobilitas ramah lingkungan, dan ruang-ruang publik yang memungkinkan warganya bekerja, hidup, dan berinteraksi dengan baik.

Baca juga: Pindahkan Kedutaan, Duta Besar Belanda Tunggu Kepastian Status IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau