Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iwan Bogananta, Dubes Pertama yang Berkunjung ke IKN dengan Sederet Pencapaian

Kompas.com, 26 Februari 2025, 23:36 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Meski menghadapi tantangan adaptasi dengan iklim dan bahasa, ia fokus menjalankan tugasnya untuk memajukan ekonomi Indonesia di Eropa.

Baca juga: Ramaikan IKN, Hotel Qubika dan Resto Kampung Kecil Segera Diresmikan

Dengan latar belakang pengusaha, Iwan langsung tancap gas. Ia berhasil mendorong ekspor kelapa parut kering (desiccated coconut) ke Eropa, membuka mata pasar terhadap produk Indonesia yang potensial.

Bahasa Indonesia yang menjadi mata kuliah wajib di Universitas Bulgaria dan menjadi jembatan budaya yang menarik minat warga Eropa untuk mengenal Indonesia lebih dalam, juga merupakan sejarah gemilangnya.

Namun, salah satu pencapaiannya yang paling inovatif adalah pendirian pabrik bumbu rendang di Bulgaria.

Bekerja sama dengan ahli kuliner William Wongso dan perusahaan makanan besar Balkan, ia memadukan bumbu asli Indonesia dengan daging berstandar halal Turkiye.

Konsep "one-stop service" ini diharapkan menjadi pionir bagi makanan siap saji Indonesia di Eropa.

"Ini merupakan suatu pionir untuk bisa makan makanan siap Indonesia, tidak hanya rendang, ke depan mungkin nanti ada ayam Taliwang atau berikutnya itu bisa berjalan," ungkap Iwan.

Iwan melihat potensi besar di negara-negara kecil Eropa. Ia mencontohkan, Bulgaria yang mengimpor minyak sawit dari Indonesia untuk diolah dan didistribusikan ke negara-negara tetangga.

Baginya, pemerintah Indonesia perlu memberi perhatian lebih pada negara-negara ini, yang bisa menjadi pintu gerbang produk Indonesia ke pasar Eropa yang lebih luas.

Mengatasi Tantangan UKM Indonesia di Pasar Eropa

Salah satu fokus Iwan adalah membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia menembus pasar Eropa. Ia melihat kendala utama adalah biaya pengiriman dan promosi.

Untuk itu, Iwan mengusulkan pembentukan warehouse (gudang) bersama yang dikelola KBRI dengan melibatkan pihak ketiga di negara setempat. Pemerintah diharapkan dapat memberikan subsidi pengiriman dan promosi.

"Saya yakin kalau setiap beberapa perwakilan kita belanja potensi pemerintah ikut dibantu dengan warehouse tersebut, Insya Allah pasti bisa lebih cepat," ujarnya.

Baca juga: Otorita Bantah Minat Investasi di IKN Turun, Ini Penjelasannya

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pihak Indonesia dalam proses pengemasan dan pemasaran produk di negara tujuan, agar nilai tambah produk Indonesia lebih optimal.

Selama masa jabatannya, Iwan berhasil meningkatkan investasi dan perdagangan Indonesia dengan ketiga negara akreditasinya sebesar 50 persen. 

Tren investasi tersebut adalah tahun 2019 sebesar 154,6 juta dolar AS, tahun 2020 senilai 188,9 juta dolar AS, tahun 2021 sebanyak 129 juta dolar AS, tahun 2022 senilai 434,4 juta dolar AS, dan tahun 2024 senilai 755,8 juta.

Iwan optimistis, produk Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Eropa. Ia berharap KBRI dapat menjadi hub pengembangan produk Indonesia, mulai dari komoditas hingga kerajinan.

"Tinggal bagaimana kita serius untuk bisa melakukan ini, yaitu dengan menggandeng KBRI untuk bisa mendapatkan potensi-potensi dari setiap negara," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau