Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pusat Riset Internasional Pertamina di IKN Masih Tahap Perizinan

Kompas.com, 10 Maret 2025, 10:21 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persreo), melalui anak perusahaannya, Patra Jasa, berencana membangun pusat riset internasional di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan ekosistem riset dan inovasi di kawasan tersebut, khususnya di sektor energi hijau dan keberlanjutan.

Saat ini pembangunan pusat riset internasional Pertamina dalam tahap studi dan administrasi.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan hal ini kepada Kompas.com, Senin (10/3/2025).

Menurut Fadjar proyek tersebut masih memerlukan tahapan lebih lanjut, termasuk perizinan.

Baca juga: Warga Terdampak Pembangunan IKN Terima Kompensasi dari Pemerintah

"Prosesnya masih studi dan tahap administrasi, masih diperlukan tahap lebih lanjut berupa perizinan dan lain-lain," ujar Fadjar.

Meskipun Pertamina telah menunjukkan komitmennya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan di IKN, realisasi proyek masih memerlukan serangkaian proses yang harus dilalui.

Fadjar menjelaskan, Pertamina sangat serius dalam mewujudkan pusat riset ini, yang diharapkan dapat menjadi Nusantara Sustainability Hub.

Pusat riset ini diharapkan dapat menarik minat investor internasional, khususnya di sektor pendidikan, riset, dan inovasi.

Dengan fokus pada pengembangan energi hijau dan keberlanjutan, proyek ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Meskipun masih dalam tahap awal, Pertamina optimistis bahwa pusat riset ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan riset dan inovasi di Indonesia, serta mendukung transisi energi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Baca juga: Sistem Piket Berlaku bagi Pekerja Konstruksi di IKN Saat Ramadhan

Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Agung Wicaksono, mengapresiasi langkah strategis Pertamina ini.

Menurutnya, Pertamina sebagai salah satu investor pelopor di IKN, akan merealisasikan proyek tersebut di atas lahan Wilayah Pengembangan (WP) 1B di area Edutown, yang akan menjadi cikal bakal WP Riset dan Inovasi (WP6) di IKN.

"Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan ekosistem riset dan inovasi di kawasan tersebut," ujar Agung, di Jakarta, Minggu (09/03/2025).

Dalam proyek ini, Pertamina menjalin kemitraan dengan Bakrie Group untuk menarik minat investor internasional, khususnya di sektor pendidikan, riset, dan inovasi.

Fokus utama proyek ini adalah pengembangan energi hijau dan keberlanjutan atau green energy dan sustainability, sejalan dengan visi IKN sebagai kota berkelas dunia yang ramah lingkungan.

Baca juga: Para Crazy Rich yang Dipanggil Prabowo Ternyata Ikut Bangun IKN

Penandatanganan PKS pemanfaatan lahan di IKN antara Otorita IKN dan Pertamina melalui Patra Jasa, telah dilakukan.

Menurut Agung, penandatanganan PKS ini memberikan kepastian hukum bagi investor di IKN, dan merupakan langkah konkret dalam mempercepat proses investasi dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di IKN.

Patra Jasa juga menandatangani PKS bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan empat investor pelopor lainnya.

Agung mengharapkan proyek ini terus berjalan hingga terwujudnya Nusantara Sustainability Hub sebagai pusat inovasi dan riset berkelanjutan di IKN.

Dia mengapresiasi langkah Pertamina melalui Patra Jasa yang telah melakukan groundbreaking di IKN pada Juni 2024.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau