Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Asrama Haji Embarkasi Balikpapan yang terletak di timur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali bersiap menyambut ribuan calon jemaah haji (calhaj) pada musim haji 2025.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Embarkasi Haji Balikpapan Mukhtar asrama ini akan melayani calhaj dari empat provinsi: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Baca juga: Sandiaga Sebut Umrah dan Haji Peluang Usaha Kreatif Santri di Penyangga IKN
Embarkasi Balikpapan bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi 5.756 calhaj dan petugas yang akan singgah sebelum berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
Pada musim haji 2025, Embarkasi Haji Balikpapan akan melayani total 5.756 calhaj, dengan rincian 2.586 dari Kalimantan Timur, 416 dari Kalimantan Utara, 1.993 dari Sulawesi Tengah, dan 713 dari Sulawesi Utara.
Fasilitas akomodasi di Asrama Haji Embarkasi BalikpapanPemberangkatan kloter pertama, yang terdiri dari 357 calhaj asal Balikpapan, dijadwalkan pada 5 Mei 2025 pukul 04.35 WITA dan akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Baca juga: Dibuka 2025, Masjid Negara IKN Punya Daya Tampung 50.000 Jemaah
“Kami diamanatkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi calhaj dari empat provinsi. Rencananya, kloter pertama akan dilepas oleh Gubernur Kalimantan Timur,” ujar Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, Mukhtar, kepada Kompas.com, Kamis (24/4/2025).
Untuk menampung ribuan calhaj dan petugas, Embarkasi Haji Balikpapan menyediakan 225 kamar dengan kapasitas total 1.050 tempat tidur, setara standar hotel bintang tiga.
Replika Masjidil Haram di Asrama Haji Embarkasi BalikpapanSelain tempat tidur, terdapat wardrobe, kulkas mini, televisi layar datar 17 inch, amenities, ketel air, credenza, coffee table dan sepasang kursi single seater empuk.
Kamar-kamar ini tersebar di 13 gedung yang terbagi menjadi tiga ring: Ring 1 untuk jemaah, Ring 2 untuk panitia, dan Ring 3 untuk keluarga pengantar.
“Dengan pembagian ring ini, kami bisa memastikan pelayanan dan pengawasan berjalan lebih optimal, terutama dalam mengatur pergerakan jemaah,” jelas Mukhtar.
Baca juga: Balikpapan Bakal Sulap TPAS Manggar Jadi Sumber Energi Berbasis Sampah
Sistem pembagian ring ini dirancang untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, memisahkan kebutuhan jemaah dengan panitia dan pengantar, sehingga proses embarkasi berjalan lancar.
Selain itu, asrama juga telah melakukan perbaikan dan penyempurnaan fasilitas untuk meningkatkan pengalaman jemaah.
Salah satu keunggulan Asrama Haji Embarkasi Balikpapan adalah fasilitas pembekalan manasik haji yang dilengkapi replika lokasi ibadah di Tanah Suci.
Replika ini mencakup Masjidil Haram, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga terowongan, memberikan gambaran nyata bagi jemaah tentang tahapan ibadah haji.
“Replika ini sangat membantu jemaah agar punya gambaran nyata sebelum berangkat. Banyak yang menyampaikan bahwa desainnya mirip dengan aslinya,” ungkap Mukhtar.
Area Manasik di Asrama Haji Embarkasi BalikpapanDari embarkasi saja, mereka sudah tahu seperti apa tahapan dan lokasi-lokasi penting di Makkah.
Pendekatan ini membantu jemaah, terutama yang baru pertama kali menunaikan haji, untuk lebih siap secara mental dan praktis.
Baca juga: Deretan Infrastruktur IKN Siap Digunakan ASN, Ini Rinciannya
Dari sisi teknis, Embarkasi Balikpapan telah melakukan langkah strategis untuk memastikan kenyamanan jemaah, salah satunya dengan menyambungkan sistem pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) milik asrama ke sistem Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
“Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih selama masa operasional haji,” tegas Mukhtar.
Upaya ini menunjukkan komitmen Embarkasi Balikpapan dalam mengatasi potensi kendala teknis, memastikan kebutuhan dasar jemaah seperti air bersih terpenuhi tanpa hambatan.
Mukhtar juga menyatakan, hingga kini tidak ada kendala signifikan dalam persiapan, dan penyempurnaan fasilitas terus dilakukan untuk menjamin kelancaran operasional.
“Kami terus berupaya menyempurnakan kekurangan yang ada agar saat pelaksanaan nanti, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Ia berharap proses keberangkatan jemaah dari Balikpapan dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman, menjadi awal perjalanan ibadah yang khusyuk menuju Tanah Suci.
“Kami ingin memastikan jemaah merasa terlayani dengan baik sejak dari embarkasi,” tuntas Mukhtar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang