Penulis
"Jadi ya, kami harus ganti lagi. Yang membuat penambahan biaya, kami ubah lagi, balikin lagi," keluh Nanik.
Proses panjang ini juga diperparah dengan prosedur terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ciputra Group baru mendapatkan informasi bahwa Otorita IKN harus menunggu konsultan review FS yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Keuangan.
"Seingat saya untuk menunggu penunjukan konsultan itu juga lama sekali. Kemudian setelah ditunjuk, baru ditunjuk itu kapan? Akhir tahun lalu," kata Nanik.
Baca juga: Ganti Rugi Lahan Bandara VVIP IKN, Warga Terima Sertifikat Reforma Agraria
Setelah penunjukan, proses review pertama dilakukan, yang dilanjutkan dengan meeting maraton dua hari untuk membahas hasil review dari konsultan.
Proses ini diprediksi masih akan berlanjut dengan meeting bersama BPKP, BPK, dan banyak pihak lainnya.
"Jadi kami ekspektasinya memang enggak cepat ya. Tapi kalau dibilang sulit sekali, enggak sih. Enggak sulit sih. Cuma ya memang panjang," ungkap Nanik.
Tak hanya proyek KPBU, Ciputra Group juga menginisiasi pengembangan kota baru seluas 300 hektar di luar KIPP IKN.
Hanya bedanya, proyek kota baru ini masuk dalam kategori integrated development yang mencakup area lebih luas.
Meski menolak anggapan birokrasi proses membangun di IKN demikian ruwet, namun Managing Director Ciputra Group Budiarsa Sastrawinata menegaskan perlu melewati sejumlah tahapan.
Baca juga: Training Center PSSI di IKN Sabet Penghargaan FIFA
"Hal ini karena lokasinya bukan di sumbu utama sehingga pembahasan mengenai tata ruang dan land use masih membutuhkan waktu yang lebih dibanding proyek-proyek yang akan dibangun di poros atau sumbu Nusantara," terangnya.
Terlebih, proyek kota baru ini berada di luar KIPP, sehingga lebih berorientasi pada pasar bebas.
"Sebetulnya memang pentahapannya saja belum sesuai dengan kebutuhan. Karena pengembangan di IKN kan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan," jelas Budiarsa.
Menurut mereka, saat ini belum ada urgensi untuk membangun satu kawasan terintegrasi dengan fungsi-fungsi yang dibutuhkan pada tahap-tahap awal ini.
Ini menandakan bahwa pembangunan di luar KIPP akan mengikuti dinamika dan kebutuhan pasar yang berkembang seiring waktu.
Baca juga: Sekolah Langganan Banjir di IKN Disulap Jadi Mewah Fasilitas Lengkap
Meskipun progresnya bertahap, potensi pasar IKN dinilai Budiarsa sangat besar.
"Kesatu ya, ASN-nya di sana, beberapa pemerintahan juga akan pindah ke sana. Itu kan kayak trigger, snowballing atas satu kegiatan ekonomi. Ditambah lagi ada kegiatan-kegiatan ekonomi lain dalam bentuk industri dan pengembangan komersil lainnya," tutur Budiarsa.
Dia juga menegaskan bahwa IKN tidak akan serta-merta menyalin rekat konsep dari kota baru lain yang telah dibangun Ciputra Group seperti Citra Raya atau Citra Land, melainkan akan memiliki keunikannya sendiri, didukung oleh kota-kota terdekat seperti Balikpapan dan Samarinda yang akan menjadi pasar awal dan penyokong pembangunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang