Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguak Ruwetnya Proyek KPBU IKN, Dua Tahun Ciputra Berkutat Review FS

Kompas.com, 17 Juni 2025, 16:45 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

"Jadi ya, kami harus ganti lagi. Yang membuat penambahan biaya, kami ubah lagi, balikin lagi," keluh Nanik.

Proses panjang ini juga diperparah dengan prosedur terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ciputra Group baru mendapatkan informasi bahwa Otorita IKN harus menunggu konsultan review FS yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Keuangan.

"Seingat saya untuk menunggu penunjukan konsultan itu juga lama sekali. Kemudian setelah ditunjuk, baru ditunjuk itu kapan? Akhir tahun lalu," kata Nanik.

Baca juga: Ganti Rugi Lahan Bandara VVIP IKN, Warga Terima Sertifikat Reforma Agraria

Setelah penunjukan, proses review pertama dilakukan, yang dilanjutkan dengan meeting maraton dua hari untuk membahas hasil review dari konsultan.

Proses ini diprediksi masih akan berlanjut dengan meeting bersama BPKP, BPK, dan banyak pihak lainnya.

"Jadi kami ekspektasinya memang enggak cepat ya. Tapi kalau dibilang sulit sekali, enggak sih. Enggak sulit sih. Cuma ya memang panjang," ungkap Nanik.

Butuh Pasar

Tak hanya proyek KPBU, Ciputra Group juga menginisiasi pengembangan kota baru seluas 300 hektar di luar KIPP IKN.

Hanya bedanya, proyek kota baru ini masuk dalam kategori integrated development yang mencakup area lebih luas.

Meski menolak anggapan birokrasi proses membangun di IKN demikian ruwet, namun Managing Director Ciputra Group Budiarsa Sastrawinata menegaskan perlu melewati sejumlah tahapan.

Baca juga: Training Center PSSI di IKN Sabet Penghargaan FIFA

"Hal ini karena lokasinya bukan di sumbu utama sehingga pembahasan mengenai tata ruang dan land use masih membutuhkan waktu yang lebih dibanding proyek-proyek yang akan dibangun di poros atau sumbu Nusantara," terangnya.

Terlebih, proyek kota baru ini berada di luar KIPP, sehingga lebih berorientasi pada pasar bebas.

"Sebetulnya memang pentahapannya saja belum sesuai dengan kebutuhan. Karena pengembangan di IKN kan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan," jelas Budiarsa.

Menurut mereka, saat ini belum ada urgensi untuk membangun satu kawasan terintegrasi dengan fungsi-fungsi yang dibutuhkan pada tahap-tahap awal ini.

Ini menandakan bahwa pembangunan di luar KIPP akan mengikuti dinamika dan kebutuhan pasar yang berkembang seiring waktu.

Baca juga: Sekolah Langganan Banjir di IKN Disulap Jadi Mewah Fasilitas Lengkap

Meskipun progresnya bertahap, potensi pasar IKN dinilai Budiarsa sangat besar.

"Kesatu ya, ASN-nya di sana, beberapa pemerintahan juga akan pindah ke sana. Itu kan kayak trigger, snowballing atas satu kegiatan ekonomi. Ditambah lagi ada kegiatan-kegiatan ekonomi lain dalam bentuk industri dan pengembangan komersil lainnya," tutur Budiarsa.

Dia juga menegaskan bahwa IKN tidak akan serta-merta menyalin rekat konsep dari kota baru lain yang telah dibangun Ciputra Group seperti Citra Raya atau Citra Land, melainkan akan memiliki keunikannya sendiri, didukung oleh kota-kota terdekat seperti Balikpapan dan Samarinda yang akan menjadi pasar awal dan penyokong pembangunan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau