Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sukses Dinaiki Raffi Ahmad, Bagaimana Peluang EHang Mengudara di IKN?

Kompas.com, 3 Juli 2025, 16:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Biaya operasionalnya lebih rendah dibandingkan helikopter, dengan estimasi harga per unit sekitar Rp 8,7 miliar, jauh lebih murah dibandingkan helikopter konvensional.

Taksi terbang ini dapat menjangkau daerah sulit seperti perbukitan atau menghubungkan IKN dengan kota-kota sekitar seperti Balikpapan dan Samarinda tanpa terjebak kemacetan darat

Ale mengatakan, Otorita IKN sendiri menargetkan operasional komersial taksi terbang pada 2029, dengan tahap pengembangan termasuk pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D) serta kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk transfer teknologi.

Nah, kajian ini sedang dilakukan bersama mitra teknologi Otorita IKN seperti Hyundai Motor Group dan KARI, dengan harapan menghasilkan regulasi yang matang untuk komersialisasi pada 2029-2030.

Baca juga: Taksi Terbang Beroperasi Komersial di IKN Tahun 2029

"Meski menjanjikan, pengoperasian taksi terbang menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait regulasi dan keamanan," ujar Ale.

Ale menjelaskan bahwa taksi terbang tidak bisa disamakan dengan helikopter atau pesawat konvensional karena sifatnya yang otonom dan berbasis drone.

Oleh karena itu, diperlukan aturan khusus untuk mengatur rute, ketinggian, zona terbang, dan aspek keselamatan.

Revisi Regulasi

Ale menegaskan bahwa regulasi saat ini masih berfokus pada drone non-penumpang, sehingga aturan khusus untuk drone penumpang seperti EHang harus disusun.

Kementerian Perhubungan sendiri telah berencana merevisi UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan untuk mengakomodasi teknologi ini.

Tantangan lain meliputi zona terbang dan keselamatan di mana wilayah udara harus dipisahkan (segregated) dari jalur pesawat konvensional, dengan zona steril seperti area istana di IKN.

"Misalnya, wilayah sensitif seperti area istana di IKN harus ditetapkan sebagai zona steril yang tidak boleh dilintasi," ungkap Ale.

Baca juga: Kabar Terbaru Taksi Terbang IKN, Masuk Tahapan Transfer Teknologi

Penentuan ketinggian dan rute juga perlu riset mendalam untuk mencegah tabrakan atau gangguan.

Kemudian kapasitas dan skalabilitas, pemilihan teknologi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan IKN baik untuk transportasi publik maupun kendaraan pribadi.

Tarif pun harus diatur agar terjangkau, dengan estimasi biaya operasional yang kompetitif dibandingkan helikopter. Namun, mekanisme penetapan tarif dan izin usaha masih dalam kajian.

Selanjutnya aspek keselamatan, keamanan, dan privasi harus dijamin, termasuk mitigasi risiko melalui pelatihan kru dan manajemen berbasis risiko.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau