Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Tahap I Siap Operasional, Eks Kepala Otorita: Harus Diaudit Dulu

Kompas.com, 4 Juli 2025, 09:22 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan, dengan Tahap I diklaim berkualitas dan siap operasional.

Namun, di balik kesiapan ini, muncul pendapat untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh sebelum operasional penuh dimulai.

Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa infrastruktur yang terbangun di IKN saat ini telah memenuhi standar kualitas yang memadai.

Baca juga: Otorita Klaim Gedung dan Fasilitas IKN Berkualitas, Sesuai Standar PU

Hal ini didukung oleh adanya tim supervisi atau manajemen konstruksi yang memastikan kualitas pada setiap proses pembangunan.

"Bangunan yang saat ini terbangun sudah dirasa memiliki kualitas yang cukup baik, mengingat selama pembangunan juga terdapat tim supervisi/manajemen konstruksi yang membantu memastikan kualitas infrastruktur terbangun pada setiap prosesnya," ujar Danis kepada Kompas.com, Kamis (3/7/2025).

Lebih lanjut, Danis memaparkan bahwa gedung-gedung di IKN mengaplikasikan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) sesuai ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca juga: IKN Tahap I Sudah Jadi 100 Persen, Pemeliharaan Butuh Rp 300 Miliar

Setelah melalui Provisional Hand Over (PHO), gedung-ged gedung tersebut akan diserahkan kepada Otorita IKN melalui Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO).

Desakan Audit dan Evaluasi

Meskipun progres pembangunan dan kesiapan operasional terlihat menjanjikan dan patut mendapat apresiasi, perkembangan fisik saja tidaklah cukup.

Audit dan evaluasi menyeluruh terhadap standar keberlanjutan, tata kelola, dan dampak sosial-politik menjadi krusial dilakukan sebelum operasional penuh dimulai.

Baca juga: Sukses Dinaiki Raffi Ahmad, Bagaimana Peluang EHang Mengudara di IKN?

Transparansi dan akuntabilitas dalam proses ini akan sangat menentukan keberhasilan IKN sebagai kota masa depan yang bukan hanya modern secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif.

Eks Kepala Otorita IKN sekaligus Dean Cities and Local Government Institute Bambang Susantono menekankan pentingnya review atau tinjauan pada akhir pembangunan Tahap I (2022-2024).

Ia menyoroti beberapa aspek krusial yang harus dievaluasi secara mendalam untuk memastikan visi IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Bambang menegaskan agar Otorita IKN mengikuti standar internasional yang telah dicanangkan, meliputi Peta Jalan Karbon Netral 2045: Untuk mencapai target emisi nol bersih.

Baca juga: 574 CPNS Siap Jadi Mesin Baru Pembangunan IKN

Kemudian Voluntary Local Review untuk target-target SDG dengan memastikan pembangunan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Selain itu, Otorita juga harus mengimplementasikan target keanekaragaman hayati sebagai forest city.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau