Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Gedung Biasa, Bangunan di IKN Harus Penuhi Standar Hijau Cerdas

Kompas.com, 6 Juli 2025, 18:34 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap I periode 2022-2024 telah rampung 100 persen, menandai sebuah tonggak penting dalam perwujudan visi ibu kota baru Indonesia.

Seiring dengan selesainya pembangunan fisik, fokus kini beralih pada kualitas dan keberlanjutan infrastruktur yang telah terbangun.

Otorita IKN memastikan bahwa seluruh gedung dan fasilitas yang ada telah memenuhi standar tinggi, khususnya dalam penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC).

Baca juga: Terkuak, 16 Desa Peri-urban IKN Punya Harta Karun Ekonomi

Komitmen ini tidak hanya menjamin kualitas, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi operasional IKN di masa mendatang.

Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa kualitas infrastruktur yang berdiri saat ini sudah sangat memadai.

Jaminan kualitas ini, menurut Danis, adalah hasil dari pengawasan ketat oleh tim supervisi dan manajemen konstruksi sepanjang proses pembangunan.

"Tim ini bertugas memastikan bahwa seluruh infrastruktur dibangun sesuai standar yang ditetapkan," ujar Danis kepada Kompas.com.

Dengan tuntasnya tahap pembangunan, IKN kini memasuki fase pengelolaan dan pemeliharaan aset.

Baca juga: Balikpapan Jadi Kunci Pengawasan Lingkungan IKN, Audit Industri Diperketat

Proses ini diperkirakan membutuhkan anggaran yang signifikan, yakni antara Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar pada tahun ini.

Angka ini mencerminkan skala dan kompleksitas aset yang harus dijaga agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Memahami BGH dan BGC

Gedung-gedung di IKN tidak hanya dirancang secara fungsional, tetapi juga mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan teknologi mutakhir melalui konsep BGH dan BGC.

Penerapan kedua konsep ini merupakan bentuk komitmen IKN terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan berteknologi tinggi, selaras dengan ketentuan yang digariskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

1. Bangunan Gedung Hijau (BGH)

BGH adalah konsep pembangunan yang menitikberatkan pada efisiensi sumber daya dan minimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, operasional, hingga pembongkaran.

Baca juga: Upacara HUT ke-80 RI, Antara Jakarta dan IKN, di Mana Dipusatkan?

Aspek-aspek utama BGH meliputi:

  • Efisiensi Energi: Penggunaan energi yang efisien melalui desain pasif (pencahayaan alami, ventilasi silang), penggunaan material dengan isolasi termal baik, serta pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.
  • Efisiensi Air: Penghematan air melalui sistem daur ulang air (misalnya untuk penyiraman lansekap), penggunaan fixture hemat air, dan pengelolaan air hujan.
  • Penggunaan Material Ramah Lingkungan: Prioritas pada material daur ulang, material lokal, material yang dapat diperbarui, serta material dengan jejak karbon rendah.
  • Kualitas Udara Dalam Ruangan: Memastikan sirkulasi udara yang baik dan penggunaan material yang tidak menghasilkan emisi berbahaya.
  • Pengelolaan Limbah: Sistem pengelolaan limbah konstruksi dan operasional yang efektif, termasuk daur ulang dan pengurangan sampah.

Baca juga: IKN Terkini: Gedung Hijau Cerdas Sudah Berdiri, tapi Butuh Biaya Pemeliharaan Jumbo

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau