Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Terkini: Gedung Hijau Cerdas Sudah Berdiri, tapi Butuh Biaya Pemeliharaan Jumbo

Kompas.com, 4 Juli 2025, 15:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Tahap I pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlangsung dari 2022 hingga 2024 kini telah rampung 100 persen.

Selesainya fase awal ini menandai transisi penting dari tahap pembangunan ke tahap operasional dan pemeliharaan.

Untuk menjaga kualitas dan fungsi seluruh infrastruktur yang telah terbangun, Otorita IKN mengestimasi kebutuhan anggaran pengelolaan mencapai Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.

Menurut Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, gedung-gedung dan fasilitas yang berdiri di IKN saat ini telah memenuhi standar kualitas yang memadai.

Baca juga: Resmi Diberhentikan, Ini Peran Kunci Ali Berawi di Balik Smart Forest City IKN

"Bangunan yang saat ini terbangun sudah dirasa memiliki kualitas yang cukup baik, mengingat selama pembangunan juga terdapat tim supervisi/manajemen konstruksi yang membantu memastikan kualitas infrastruktur terbangun pada setiap prosesnya," jelas Danis kepada Kompas.com, Kamis (3/7/2025).

Lebih lanjut, Danis menegaskan komitmen IKN terhadap pembangunan berkelanjutan dengan penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) pada seluruh gedung.

Konsep BGH berfokus pada efisiensi energi, air, dan penggunaan material ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan panel surya dan sistem daur ulang air.

Baca juga: Prabowo Resmi Memberhentikan Ali Berawi dari Jabatan Deputi Otorita IKN

Sementara itu, BGC mengintegrasikan teknologi cerdas seperti otomatisasi energi dan sistem pengelolaan bangunan berbasis Internet of Things (IoT).

Contoh nyata adalah Kantor Otorita IKN yang dilengkapi sistem pengendalian energi pintar.

Penerapan kedua konsep ini telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Proses serah terima gedung juga dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Setelah pembangunan selesai, setiap gedung melalui Provisional Hand Over (PHO), yakni serah terima sementara dari kontraktor ke pemilik proyek.

Tahap ini memastikan semua spesifikasi dan kualitas telah terpenuhi sebelum akhirnya aset diserahkan secara resmi kepada Otorita IKN melalui Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO).

Ratusan Miliar Pemeliharaan Aset Esensial

Dengan selesainya pembangunan fisik, tantangan besar selanjutnya adalah pengelolaan dan pemeliharaan aset-aset agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Otorita IKN telah mengelompokkan pengelolaan aset ini berdasarkan jenis infrastruktur, dengan masing-masing Project Officer dari Otorita IKN yang bertanggung jawab.

Proses evaluasi dan monitoring ini juga didukung oleh pihak ketiga penyedia jasa untuk memastikan efisiensi dan keahlian dalam pengelolaan.

Baca juga: Otorita Klaim Gedung dan Fasilitas IKN Berkualitas, Sesuai Standar PU

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau