Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelabuhan KKT Perkuat Konektivitas Kawasan Industri dan IKN

Kompas.com, 10 September 2025, 12:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berlanjut, ada infrastruktur vital yang krusial sebagai penopang, yakni PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Direktur Utama KKT, Enriany Muis, menuturkan KKT memiliki peran sebagai simpul logistik strategis, yang secara langsung memastikan kelancaran arus barang dan membangkitkan kepercayaan investor di jantung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

Baca juga: Pekerja IKN, Kebun Kelapa Sawit dan RDMP Dominasi Pemudik Pelabuhan Semayang

"Dengan hadirnya KKT selama 13 tahun ini, kami berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya melalui aktivitas bongkar muat barang, baik antarpulau maupun ekspor-impor," ujar Enriany, dikutip Rabu (10/9/2025). 

Sebagai afiliasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT Pelabuhan Indonesia, KKT telah menjadi arteri utama yang menghubungkan jalur laut di Teluk Balikpapan, jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dengan kawasan industri.

Dengan kapasitas penanganan hingga 240.000 TEU per tahun, terminal ini menjamin kelancaran distribusi barang menuju dan dari kawasan ini, termasuk untuk proyek-proyek vital di IKN.

Transformasi Digital

Menyadari peran pentingnya pada masa depan, terutama dalam mendukung pertumbuhan IKN, KKT melakukan transformasi besar-besaran, memadukan efisiensi operasional dengan teknologi ramah lingkungan.

Di antaranya, penerapan sistem informasi terintegrasi telah mempercepat proses administrasi dan monitoring kargo.

Baca juga: Situasi yang Disebut Mirip Pelabuhan di Bandara Sepinggan Normal Kembali

"Hal ini secara signifikan mengurangi waktu tunggu kapal dan truk, menjadikan KKT sebagai terminal yang sangat efisien," tambah Enriany.

KKT juga telah menambah lapangan penumpukan peti kemas. Lebih dari itu, mereka melakukan langkah maju dengan mengadopsi elektrifikasi untuk tiga unit container crane.

"Keputusan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga secara langsung mengurangi emisi udara, mendukung visi pembangunan IKN sebagai kota yang cerdas dan berwawasan lingkungan," tuntas Enriany.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau