Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berlanjut, ada infrastruktur vital yang krusial sebagai penopang, yakni PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT).
Direktur Utama KKT, Enriany Muis, menuturkan KKT memiliki peran sebagai simpul logistik strategis, yang secara langsung memastikan kelancaran arus barang dan membangkitkan kepercayaan investor di jantung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Baca juga: Pekerja IKN, Kebun Kelapa Sawit dan RDMP Dominasi Pemudik Pelabuhan Semayang
"Dengan hadirnya KKT selama 13 tahun ini, kami berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya melalui aktivitas bongkar muat barang, baik antarpulau maupun ekspor-impor," ujar Enriany, dikutip Rabu (10/9/2025).
Sebagai afiliasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT Pelabuhan Indonesia, KKT telah menjadi arteri utama yang menghubungkan jalur laut di Teluk Balikpapan, jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dengan kawasan industri.
Dengan kapasitas penanganan hingga 240.000 TEU per tahun, terminal ini menjamin kelancaran distribusi barang menuju dan dari kawasan ini, termasuk untuk proyek-proyek vital di IKN.
Menyadari peran pentingnya pada masa depan, terutama dalam mendukung pertumbuhan IKN, KKT melakukan transformasi besar-besaran, memadukan efisiensi operasional dengan teknologi ramah lingkungan.
Di antaranya, penerapan sistem informasi terintegrasi telah mempercepat proses administrasi dan monitoring kargo.
Baca juga: Situasi yang Disebut Mirip Pelabuhan di Bandara Sepinggan Normal Kembali
"Hal ini secara signifikan mengurangi waktu tunggu kapal dan truk, menjadikan KKT sebagai terminal yang sangat efisien," tambah Enriany.
KKT juga telah menambah lapangan penumpukan peti kemas. Lebih dari itu, mereka melakukan langkah maju dengan mengadopsi elektrifikasi untuk tiga unit container crane.
"Keputusan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga secara langsung mengurangi emisi udara, mendukung visi pembangunan IKN sebagai kota yang cerdas dan berwawasan lingkungan," tuntas Enriany.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.