Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Keraguan publik soal berlanjut tidaknya pembangunan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terjawab sudah.
Hal ini menyusul penegasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, bahwa kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk IKN masih akan berlanjut, bahkan "lebih cepat lagi" pada tahun anggaran 2026.
Meskipun besaran pasti anggaran belum dirinci, pernyataan ini memberikan kepastian bagi kelanjutan proyek.
Baca juga: Perpres 79 Tahun 2025 Redam Polemik soal Nasib IKN
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat mengumumkan bahwa pemerintah mengalokasikan Rp 6,3 triliun untuk IKN dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2026. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi APBN 2025 yang sebesar Rp 4,7 triliun.
Pengalokasian dana APBN ini bukan hanya mendukung pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan momentum.
Purbaya menjelaskan, tujuan utama dari investasi pemerintah ini adalah untuk menarik pihak swasta.
Baca juga: IKN Menuju Ibu Kota Politik 2028, Ini Tahapannya
"Kami harapkan nanti, ketika kelihatan mulai jalan, swasta akan masuk ke sana," katanya, dikutip Kompas.com, Rabu (24/9/2025).
Artinya, pemerintah menggunakan APBN sebagai modal awal untuk membangun fondasi, menciptakan infrastruktur dasar, dan menunjukkan keseriusan proyek.
Setelah itu, diharapkan para investor swasta akan berbondong-bondong masuk, membawa modal dan inovasi untuk mengembangkan IKN lebih lanjut.
Meskipun anggaran tahunan untuk IKN terlihat menurun dari tahun-tahun sebelumnya, data menunjukkan adanya pergeseran fokus.
Baca juga: Bukan Sekadar Ibu Kota, IKN Jantung Politik Indonesia: Apa Artinya?
Total alokasi APBN untuk IKN dari tahun 2022 hingga 2024 mencapai Rp 75,8 triliun. Namun, pada RAPBN 2026, alokasi terbesar yakni Rp 5,71 triliun, ditujukan untuk Program Pengembangan Kawasan Strategis, sementara sisanya untuk dukungan manajemen.
Ini menandakan bahwa fase awal pembangunan infrastruktur fisik yang masif, seperti jalan dan gedung-gedung utama, sudah mulai bergeser ke fase pengembangan kawasan secara lebih holistik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.