Penulis
"Ini adalah pendekatan berkelanjutan untuk mengelola air hujan secara alami, menyerapnya ke dalam tanah dan memanfaatkannya kembali," ujar Laras.
Usulan kota spons ini mencakup pilar-pilar konkret yang menuntut aksi cepat dari pemerintah, berupa infrastruktur konservati air, dengan membangun bendungan, sistem perpipaan baru, dan embung untuk menampung dan mengelola air hujan secara masif.
Kemudian konservasi lahan aktif melalui pembangunan hutan kota dan reboisasi intensif sebagai kompensasi atas alih lahan industri.
Baca juga: Infrastruktur Air Minum IKN Terbaik di Indonesia, Bisa Direplikasi Kota Lain
Ini adalah penekanan bahwa konsep forest city IKN harus diwujudkan melalui aksi penanaman yang agresif dan terencana, bukan sekadar nama.
Selain itu juga amsyarakat harus diedukasi melalui sosialisasi yang terprogram akan pentingnya menghemat dan tidak mencemari air.
Kendati demikian, ada sejumlah tantangan dalam implementasi konsep kota spons ini.
Bahwa kota spons menuntut transisi dari janji desain yang indah di atas kertas menjadi eksekusi di lapangan yang memerlukan investasi besar dan komitmen multi-sektor.
Baca juga: Bom Waktu Air Bersih di Sekitar IKN, Pemerintah Beri Perhatian Khusus
Kecepatan pembangunan infrastruktur air harus seimbang, bahkan mendahului, kecepatan pembangunan kantor dan hunian.
Aspek yang tak kalah penting dalam temuan ini adalah pemanfaatan Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau ANN.
Penggunaan model machine learning yang meniru jaringan saraf biologis ini menandakan bahwa perencanaan IKN tidak hanya didasarkan pada data konvensional, tetapi memanfaatkan teknologi prediktif terkini.
Keunggulan JST dalam mengolah dan memprediksi ketersediaan air, yang tidak mengharuskan data berdistribusi normal, memberikan tingkat akurasi dan kompleksitas analisis yang lebih tinggi.
Baca juga: Kebutuhan Air Rusun BIN, Polri dan ASN IKN Akan Dilayani Perumda Danum Taka
Ini adalah sinyal bahwa pemerintah harus mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis AI dan Big Data ini ke dalam Otorita IKN secara permanen untuk mengukur dan mengelola sumber daya alam secara real-time.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang