Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rudal KHAN Hadir di Tenggarong, Jamin Pertahanan Strategis IKN dan Kalimantan

Kompas.com, 5 Oktober 2025, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Penempatan sistem rudal balistik KHAN buatan Turkiye oleh TNI Angkatan Darat di Batalion Artileri Medan 18, Tenggarong, Kalimantan Timur, bukanlah sekadar penambahan alutsista.

Ini adalah pernyataan tentang evolusi doktrin pertahanan Indonesia, bergerak menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dan cerdas, yang disebut smart defense posture.

Baca juga: Dukung Pertahanan Udara Cerdas IKN, Lanud Dhomber Bangun Rudal Jarak Menengah

Langkah strategis yang ditegaskan oleh Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, ini menyoroti bahwa pengamanan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah Kalimantan tidak lagi bergantung pada kekuatan statis yang mudah diprediksi.

"Sebaliknya, pertahanan kini bertumpu pada jaringan sistem yang bergerak, akurat, dan sulit dilumpuhkan," ujar Pangdam kepada Kompas.com, Sabtu (4/10/2025).

Integrasi Sistem

Menurut Mayjen Rudy, kehadiran KHAN di Tenggarong harus dilihat sebagai elemen vital dalam sebuah sistem pertahanan yang terintegrasi.

Ini bukan hanya tentang menaruh rudal, tetapi tentang menyatukannya ke dalam rantai komando-tembak yang kompleks.

Baca juga: Rudal Jarak Menengah IKN Ditempatkan di Dua Lokasi, Jangkauan 100 Km

"Penempatan KHAN adalah elemen dari smart defense posture kita, bukan sekadar menaruh senjata, tetapi mengintegrasikannya ke dalam sistem komando-tembak, intelijen, atau Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR), dan sistem pertahanan udara," jelas Mayjen Rudy.

Konsep ini menekankan kecepatan dan koordinasi. Ketika ada peringatan ancaman dari laut atau udara, sistem deteksi, termasuk radar dan drone (ISR lokal), akan mengirim data secara real-time ke pusat komando.

Data ini kemudian memicu peluncur KHAN untuk beroperasi dari lokasi tersembunyi. Pendekatan ini secara efektif menghindari kerentanan sistem pertahanan statis yang rentan diserang balik.

Dengan demikian, penempatan KHAN, berfungsi sebagai jaminan keamanan strategis bagi IKN dan seluruh wilayah Kalimantan.

Keunggulan Taktis: Mobilitas dan Akurasi KHAN

Sistem rudal KHAN dipilih karena keunggulan teknis dan operasional yang secara spesifik mendukung strategi pertahanan wilayah yang luas seperti Kalimantan.

Keunggulan ini menjadikannya aset yang sangat berharga dalam skenario perang modern.

Baca juga: Kodam Mulawarman Komitmen Jaga Profesionalisme dan Kepercayaan Rakyat

Dengan jangkauan hingga 280 kilometer, KHAN mampu menjangkau wilayah perbatasan maritim, pulau-pulau terdekat, dan area pendukung infrastruktur penting IKN, memberikan deterrence (daya gentar) yang luas.

Rudal ini dilengkapi sistem navigasi gabungan INS + GPS + GLONASS, menghasilkan tingkat akurasi tinggi atau Circular Error Probable (CEP) 10 meter.

Akurasi ini krusial untuk membidik sasaran bernilai tinggi (seperti pusat komando musuh, radar, atau gudang logistik) dengan kerusakan kolateral yang minim.

Peluncur KHAN dipasang pada kendaraan 8x8 (Tatra) beroda, memberikannya mobilitas tinggi.

Konfigurasi ini memungkinkan peluncur untuk segera berpindah posisi setelah menembak (shoot-and-scoot), sebuah taktik vital untuk menghindari serangan balasan dan menjaga survivability system.

Baca juga: Juli 2025, Kalsel Terpisah dari Wilayah Pertahanan Kodam VI Mulawarman

KHAN juga dapat melakukan manuver aerodinamis pada fase terminal, menyulitkan musuh melakukan intersepsi.

Dengan hulu ledak tinggi (~470 kg HE/fragments), rudal ini cukup kuat untuk melumpuhkan target yang terproteksi, seperti bunker atau sistem pertahanan udara musuh.

Menjamin Ketahanan Sistem

Mengenai aspek jumlah dan lokasi penempatan, Mayjen Rudy menegaskan bahwa rincian tersebut merupakan materi strategis yang dikategorikan terbatas.

Namun, ia memastikan bahwa penempatan yang saat ini terlihat di Yonarmed 18 Raipur A, Tenggarong, hanyalah batch awal (initial deployment).

Baca juga: Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme, Kodam Mulawarman Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi

Prinsip kunci dari pengembangan lebih lanjut adalah distributed deployment (penyebaran tersebar), bukan konsentrasi tunggal.

Komitmen Kodam VI Mulawarman adalah bahwa penempatan unit tambahan di masa depan akan dilakukan tidak di satu lokasi.

Strategi ini vital untuk mencegah sistem pertahanan dilumpuhkan secara total dalam satu serangan musuh.

Dengan karakteristik mobilitas dan jangkauan KHAN, strategi penyebaran tersebar ini sangat cocok untuk medan Kalimantan yang luas dan berhutan.

Melalui smart defense posture dan adopsi KHAN, TNI tidak hanya memperkuat keamanan IKN, tetapi juga mengirimkan pesan tegas bahwa kedaulatan Indonesia di Kalimantan terlindungi oleh sistem pertahanan yang modern, adaptif, dan sulit dipukul habis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau