Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Magnet IKN Bikin Investor Global Kepincut, Ini Sektor yang Diminati

Kompas.com, 11 Oktober 2025, 19:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim), Budi Widihartanto, mengungkapkan hasil Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 yang menegaskan Ibu Kota Nusantara (IKN) berperan sebagai magnet raksasa yang menarik modal asing ke Kalimantan Timur (Kaltim).

MIF 2025 yang diselenggarakan BI, Pemprov Kaltim, dan Otorita IKN berhasil meraup komitmen investasi yang diprakirakan mencapai $183,39 Juta atau setara Rp 2,98 Triliun.

Baca juga: Mahakam Investment Forum 2025 Sukses Jaring Investasi Rp 2,98 Triliun

Bukan sekadar jumlah, namun kualitas dan asal investor menunjukkan bahwa IKN telah berhasil mengalihkan fokus investasi global ke Kaltim, melampaui sektor-sektor konvensional.

Menurut Budi, ada tiga faktor kunci yang membuat investor asing mau membenamkan investasinya di sektor-sektor hijau berkelanjutan.

"Pertama adalah kepastian regulasi ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) terkait IKN yang memberikan jaminan hukum dan stabilitas jangka panjang bagi investasi," ujar Budi menjawab Kompas.com, Sabtu (11/10/2025).

Baca juga: Basuki Pamer Kesiapan IKN, Dubes Pakistan Langsung Nego Bangun Sekolah Internasional

Kedua, progres fisik nyata yang membuat investor dan delegasi asing mendapatkan kesempatan melihat dan mengalami langsung pembangunan di IKN, sehingga mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Ketiga, visi superhub ekonomi yang monegasken prospek masa depan IKN dan Kaltim sebagai simpel pertumbuhan Asia di masa depan, didukung oleh potensi sumber daya yang luas.

Singkatnya, IKN memberikan narasi yang kuat bahwa investasi di Kaltim adalah investasi pada masa depan Indonesia yang modern dan berkelanjutan.

Sektor Berkelanjutan Mendominasi Minat Investasi

Minat investasi global tercermin dari padatnya 85 jadwal One on One Meeting (O3M) yang dihasilkan dari 8 proyek siap tawar (IPRO).

Baca juga: Command Center IKN Dukungan 7 Raksasa Amerika Beroperasi Akhir 2025

O3M ini menghasilkan 12 Letter of Intent (LoI) yang menunjukkan komitmen serius.

Sektor yang paling diburu adalah yang berorientasi lingkungan dan hilirisasi:

  • Balikpapan Waste Management dengan 15 O3M yang meraup minat tertinggi dari Korea-Indonesia KITC, China Energy Conservation, Trade Commissioner Embassy of Belgium.
  • Proyek Oleochemical (KEK) dengan 12 O3M
  • Proyek Oleofood (KEK) dengan 11 O3M

Baca juga: Kopi Liberika, Emas Hijau Kalimantan, Diklaim Lebih Cuan Ketimbang Sawit

Tingginya minat pada Balikpapan Waste Management, termasuk dari investor global terkemuka seperti PT Nestle Indonesia, menunjukkan bahwa Kaltim tidak lagi identik dengan batu bara, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat investasi green economy (ekonomi hijau).

Peta Investor Global: Asia Timur dan Eropa Bersaing

Minat investasi datang dari berbagai penjuru dunia, mencerminkan daya tarik IKN yang bersifat universal.

Investor terbesar berasal dari China, Jepang, dan Korea Selatan, yang melihat Kaltim sebagai pintu gerbang strategis logistik dan industri masa depan.

Sementara, investor dari kawasan Eropa, termasuk Belanda dan Cekoslovakia, menunjukkan minat besar pada proyek-proyek ekonomi berkelanjutan, menegaskan standar ESG (Environment, Social, and Governance) yang diusung Kaltim.

Baca juga: Otorita IKN Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ikuti Program Prabowo

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau