Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi mengumumkan dimulainya konstruksi fasilitas vital bagi keberlangsungan negara, Kompleks Perkantoran Lembaga Legislatif dan Yudikatif.
Momen penandatanganan kontrak yang dilaksanakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Jumat (31/10/2025) ini menandai babak krusial dalam pembangunan IKN Tahap 2, sekaligus memperkuat komitmen IKN sebagai Ibu Kota Politik pada Tahun 2028.
Baca juga: Pusat Kebudayaan Nusantara Tempati Lahan 33,38 Hektar di IKN
Fase ini menegaskan pergeseran fokus dari pembangunan istana dan infrastruktur dasar menjadi pembangunan ekosistem lembaga negara.
Secara teknis, penandatanganan kontrak yang disahkan meliputi dua paket pembangunan jalan pendukung kawasan Legislatif dan Yudikatif, serta satu paket Manajemen Konstruksi Induk.
Meskipun fokusnya adalah jalan, lingkup pekerjaannya mencakup infrastruktur super-kompleks yang menjadi fondasi IKN sebagai smart forest city.
Baca juga: Kisah BUMN Tower di IKN, Simbol Ambisi yang Mati Sebelum Berkembang
Berikut rincian kontraknya:
Jalan Kawasan Yudikatif
Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A
Total Investasi Konstruksi Jalan Rp 3 triliun untuk total panjang jalan 11,8 kilometer.
Jalan yang dibangun bukan sekadar aspal. Di dalamnya termasuk pemasangan Multi Utility Tunnel (MUT), infrastruktur Mekanikal Elektrikal (ME), jalur pedestrian dan pesepeda, jembatan pelengkung, hingga dinding penahan tanah.
Baca juga: Liberika, Secangkir Harapan Mutiara Hitam di Jantung Ibu Kota Nusantara
MUT memastikan semua kabel dan pipa tertanam rapi di bawah tanah, menjamin estetika dan keberlanjutan IKN sebagai kota bebas kabel semrawut.
Jaminan kualitas proyek datang langsung dari orang nomor satu di Otorita IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan standar tinggi yang harus dipenuhi oleh seluruh penyedia jasa.
“Ada tiga hal yang saya tegaskan untuk diperhatikan yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Saya tinggal di sini, saya bisa supervisi setiap saat. Saya tegaskan bahwa seluruh penyedia jasa harus memenuhi tiga hal tersebut,” ujar Basuki.
"Saya tinggal di sini, saya bisa supervisi setiap saat," Samsung Basuki.
Baca juga: BUMN Tower Ghosting IKN, Pencakar Langit 778 Meter Tinggal Kenangan
Kehadiran Basuki di lokasi pembangunan secara real-time memastikan proyek berjalan efektif, efisien, terintegrasi, dan sesuai prinsip keberlanjutan sebagaimana diamanatkan dalam kontrak Manajemen Konstruksi Induk senilai Rp 8,5 miliar.
Tiga paket yang baru ditandatangani ini merupakan bagian dari Batch 2 pembangunan IKN Tahap 2, yang merupakan Multi Years Contract (MYC) atau Kontrak Tahun Jamak 2025-2027.
Pada fase ini, Otorita IKN bergerak cepat dengan membuka tender besar-besaran, yang mencakup:
Baca juga: IKN Kejar Tayang, 20.000 Pekerja Konstruksi Dikerahkan Bangun Tahap II
Dengan target seluruh pekerjaan Batch 2 dan supervisi dimulai pada akhir November 2025, IKN menunjukkan akselerasi luar biasa untuk mengejar target menjadi Ibu Kota Politik penuh yang berfungsi pada tahun 2028.
Pembangunan kawasan Legislatif (DPR/MPR/DPD) dan Yudikatif (MA/MK/KY) dinilai memiliki implikasi besar di luar aspek pemerintahan.
Kehadiran Lembaga Legislatif dan Yudikatif akan meningkatkan kepastian politik dan hukum di IKN, yang secara langsung mendorong minat investasi swasta dan asing.
Baca juga: Mengintip Desain dan Fasilitas Kompleks DPR/MPR di IKN Senilai Rp 8,5 Triliun
Proyek-proyek ini membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar Kalimantan Timur, baik melalui rantai pasok material, tenaga kerja, maupun penyediaan jasa pendukung, seperti UMKM yang menyediakan kebutuhan harian dan makanan bagi pekerja konstruksi.
Penandatanganan tiga paket infrastruktur ini adalah lonceng tanda dimulainya era baru, di mana fondasi fisik untuk kedaulatan politik bangsa mulai diletakkan kokoh di atas tanah Kalimantan.
Keywords SEO Potensial: IKN Tahap 2, , Basuki Hadimuljono IKN, , Ibu Kota Politik 2028, , KIPP IKN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang